Deklarasi Dukung Jokowi di Kampung Sendiri Kok Ditolak Warganya. Kenapa?

0
361
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Setelah kegiatan jalan sehat yang akan dihadiri aktivis #2019GantiPresiden di Lapangan Kottabarat, Banjarsari, Solo (Surakarta), beberapa waktu ditolak, kini giliran rencana deklarasi Garda Jokowi di lokasi yang sama mendapat penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat.

Dalam acara itu, menurut rencana, Ketua Umum DPP Garda Jokowi, Antasari Azhar, dijadwalkan akan hadir.

“Nanti ada seribu orang yang akan hadir. Pak Antasari juga akan hadir karena beliau kan ketuanya,” ujar Baningsih Tedjokartono, ketua panitia.

Diberitakan sebelumnya bahwa sejumlah masyarakat menolak acara itu karena belum memasuki masa kampanye. Apalagi acara deklarasi tersebut dilakukan di fasilitas umum.

Salah satu elemen masyarakat yang menolak acara tersebut adalah The Islamic Study and Action Center (ISAC). ISAC menyampaikan keberatan mereka terhadap acara yang rencananya dilaksanakan pada Kamis (20/9/2018) itu. Mereka juga meminta polisi Solo tidak memberikan izin.

Alasan mereka menolak, di antaranya deklarasi tersebut bermuatan politik karena mendukung salah satu calon presiden sehingga lebih baik tidak dilakukan demi menjaga kondusivitas Solo.

Akhirnya, acara tersebut dipindahkan. Karena urung, panitia pun memutuskan untuk memindahkan lokasi acara deklarasi.

Ketua panitia deklarasi, Baningsih Tedjokartono, mengatakan bahwa pemilihan tempat yang semula di Lapangan Kotabarat sebagai tempat untuk melakukan deklarasi adalah  karena lokasi itu strategis dan sering digunakan untuk berbagai-bagai acara dengan massa dalam jumlah yang besar.

“Biasanya kan memang lapangan itu digunakan untuk berbagai acara. Saya tidak tahu (kalau dilarang). Kami taat dan sudah pindah ke Gedung Wanita Manahan,” ujar Baningsih. Senin (17/9/2018).

Sebagaimana diketahui bahwa sebanyak 85 elemen masyarakat Solo yang terdiri dari ormas Islam, takmir masjid, gabungan laskar, dan majelis taklim menyampaikan surat keberatan atas rencana Deklarasi Garda Jokowi yang rencananya akan dilangsungkan di Lapangan Kotabarat pada Kamis (20/9/2018). Surat itu ditujukan kepada Kapolresta Surakarta, Walikota Surakarta, Ketua KPU Kota Surakarta dan Ketua Bawaslu Kota Surakarta.

Menurut salah satu perwakilan elemen masyarakat dari The Islamic Study and Action Center, Endro Sudarsono, deklarasi tersebut dapat mengganggu kondusifitas kota Solo. Kota Solo saat ini belum memasuki masa kampanye dan berdekatan proses tahapan pilpres dan pileg.

“Untuk menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan masyarakat kota Solo dan sekitarnya alangkah eloknya deklarasi yang bermuatan politik mendukung salah satu kandidat capres cawapres seyogyanya tidak dilakukan karena berpotensi mengganggu keamanan, ketenteraman, kenyaman warga masyarakat solo yang merindukan kedamaian dan kerukunan,” ungkap Endro.

“Pertimbangan waktu juga berdekatan dengan proses tahapan pileg dan pilpres yang akan di lakukan oleh KPU, belum masa kampanye baik Pilpres ataupun Pileg,” sambungnya.

Selain itu, Endro beralasan bahwa Lapangan Kotabarat adalah fasilitas umum yang sebaiknya sebelum tahapan kampanye tidak diselenggarakan acara-acara yang berbau politik.

“Apalagi mendukung salah satu capres atau cawapres,” ujarnya.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here