Habib Rizieq Shihab: Rekor Umrah Terlama

0
114
Foto : Ist

Jakarta, namalonews.com – Habib Muhammad Rizieq merupakan seorang tokoh Islam Indoneia, yang dikenal luas sebagai pendiri dan pemimpin organisasi Front Pembela Islam (FPI). Habib Rizieq dikenal dengan dakwahnya yang kontroversial, beberapa diantaranya ialah kelompok paramiliter di dalam tubuh FPI saat menertibkan kegiatan yang dianggap berlawanan dalam syariat Islam terutama saat menjelang bulan Ramadhan.

Selain itu beliau pernah di vonis penjara selama 7 bulan karena dianggap menghina Kepolisian Negara Republik Indonesia lewat dialog program televisi swasta. Pada tanggal 26 Desember 2016 ia pernah tersandung kasus penistaan agama oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia karena berkata “Jika Tuhan beranak, Bidannya siapa?”.

Selain itu, pada tanggal 27 Oktober 2016, Ketua Partai Nasional Indonesia Marhaenisme yang merupakan putri dari Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Habib karena dianggap menghina Pancasila dan Soekarno atas pernyataanya “Pacasila Sukarno, Ketuhanan ada di pantat. Sedangkan Pancasila Piagam Jakarta, Ketuhanan ada di Kepala”. Lalu, masih ada kasus yang masih tersimpan dalam memori kita yaitu aksi 212 yang dilakukan pada bulan Desember 2016 lalu.

Habib Rizieq sebagai komandan memobilisasi massa untuk ikut dalam seruan protes kepada Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal dengan Ahok (Mantan Gubernur Jakarta) karena dianggap telah menista dan melecehkan Al-Quran, kitab suci umat Islam.

Setelah Ahok dipenjara pada 8 Mei 2017, Habib tersandung kasus percakapan Pornografi dengan perempuan bernama Firza Husein beserta foto-foto syur Firza dalam aplikasi sosial media Whatsapp pada tanggal 29 Mei 2017. Tetapi sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Imam besar FPI tersebut sedang berada di Mekkah, Arab Saudi menjalani umrah, ibadah sunnah umat Islam sejak bulan April.

Sudah setahun lebih Habib berada di Arab Saudi, tidak kunjung-kunjung tanda akan kepelangan beliau ke Tanah Air, meskipun kasus yang menyandung namanya tersebut sudah dihentikan oleh kepolisian dikarenakan kekurangan data dan petunjuk atau bukti, tetapi masih besar kemungkinan kasus tersebut untuk dibuka kembali.

Bulan Feburari kemarin, sudah ada agenda bahwa Habib akan pulang ke Indonesia, bahkan para jemaatnya pun sudah menunggu kedatangannya di Bandara Soekarno-Hatta, sayangnya beliau batal pulang karena beralasan masih ada urusan yang perlu diselesaikan.

Pada Minggu 16 September, bertempat di Grand Hotel Cempaka Jakarta Pusat, sedang digelar Ijtima Ulama II yang perkasai oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Ulama yang tergabung dalam acara tersebut memutuskan untuk mendukung calon Presiden Prabowo dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Dukungan tersebut diberikan setelah Prabowo menyetujui dan menandatangani 17 poin kontrak politik. Salah satu poin dari kontrak tersebut adalah meminta Prabowo untuk menjamin kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia dengan memulihkan hak-haknya sebagai warga negara dan merehabilitasi kasus yang menyeret nama Imam besar FPI tersebut. Dengan disetujuinya kontrak tersebut, GNPF akan mendukung Prabowo sepenuhnya dalam Pilpres 2019 yang akan datang.

Masyarakat tentunya semakin bertanya-tanya, kenapa Habib Rizieq yang dikenal berani dan pemimpin dari aksi Akbar 212 itu tidak pulang ke Indonesia meskipun kasus pornografi dalam pesan elektronik itu sudah dihentikan oleh Kepolisian, bahkan ia sendiri mengaku sudah memegang SP3 yang menjelaskan pemberhentian tersebut.

Dalam video klarifikasinya yang telah diunggah di media sosial, ia mengatakan sedang terhambat oleh kasus yang sulit untuk dijelaskan. Bahkan ketua GNPF, Yusuf Martak menjelaskan bahwa Habib sedang dicekal oleh pemerintah Arab Saudi.

Kasus yang tarik-ulur ini membuat masyarakat Indonesia bertanya-tanya, kenapa ibadah Umrah yang dilakukan durasinya lama sekali? Lebih dari setahun Habib meninggalkan Indonesia. Apabila kasus percakapan pornografi adalah fitnah, mengapa ia tidak langsung membuktikan hal tersebut?

Mengapa kontrak politik yang dibuat GNPF kepada Prabowo apabila terpilih menjadi Presiden dibuat sedemikian rupa? Yang menjamin Habib untuk pulang dengan selamat ke Indonesia. Tidak perlu orang yang ahli ilmu hukum atau politik yang menjawab, semoga hukum bisa ditegakkan seadil-adilnya di Indonesia tanpa melihat golongan tertentu.

Viwi/Izul/Thariq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here