Sandiaga Uno Seorang alim Ulama?

0
441
Foto : Ist

Jakarta, namalonews.com – Saat ini sedang panas-panasnya topik Pilpres 2019. Kali ini sedang ramai diberitakan calon wapres Sandiaga Uno, sebelumnya ia sempat mengatakan saat harga rupiah melemah akan dollar, bahan kebutuhan pokok menjadi sangat mahal.

Bahkan ia sempat berkelakar saking mahalnya kebutuhan pokok, harga tempe melonjak tinggi dan masyarakat hanya mampu membeli tempe setipis kartu ATM.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin kemarin (17/9/2018), menyakini bahwa calon wapres Sandiaga Uno berada dalam level Ulama. Ia menjelaskan lebih lanjut soal istilah ‘ulama’ yang telah disebutkan dalam kitab suci Al-Quran Surat As-Syura dan Surat Al-Fatir.

Wahid menjelaskan bahwa di dalam kedua surat tersebut, gelar ulama tidak selalu terkait dengan ilmu agama Islam. Contohnya  dalam Surat As-Syura tentang ilmu sejarah, dan Surat Al-Fatir tentang ilmu sains.

Jadi, menurutnya, Sandiaga Uno sudah memenuhi kriteria tersebut. Selain mengacu kepada dua surat tersebut, ia menambahkan bahwa dalam kesehariannya saja, Sandiaga Uno sudah mencerminkan sifat tauladan seorang ulama. Contohmya ia (Sandiaga) sering melakukan puasa Senin-Kamis, sering melakukan salat sunnah Dhuha dan juga menghormati orangtua, seorang pebisnis dan memiliki kedekatan dengan berbagai ulama.

Hal ini tentunya membuat masyarakat awam geleng-geleng kepala. Pasalnya seoran Ulama merupakan gelar yang tidak sembarang diberikan. Ulama merupakan perpanjangan kalimat dari bahasa arab yaitu alim, yang berarti taat dalam melakukan ibadah dibandingkan muslim yang lain, memiliki pribadi dan ahlak yang baik, memiliki ilmu agama yang mumpuni dan melebihi pengetahuan agama Islam (layaknya seperti seorang Dosen atau Guru).

Selain itu, untuk mendapatkan titel ulama diperlukan pengalaman dan sekolah islam bertahun-tahun sehingga jarang kita temukan seorang ulama tanpa titel “Kyai Haji” seperti Sandiaga Uno tersebut.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi perihal gelar ulama yang diberikan kepada Sandiaga Uno. Menurut juru bicara PSI, Guntur Romli, baru sebulan yang lalu PKS (Partai Keadilan Sejahtera) mengangakat Sandiaga Uno menjadi seorang santri (meskipun beliau belum pernah menamatkan pendidikan santri) dan menyebutnya sebagai santri Post Islamisme, sekarang dalam waktu yang sesingkat tersebut titel Sandi naik level menjadi seoarang ulama.

Menurut Romli, sosok ulama yang sebenarnya ada di pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin. KH Ma’ruf Amin merupakan sosok ulama senior yang disegani, beliau merupakan Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan Rais Aam PBNU. Bukan asal mencatut gelar ulama seperti Sandiaga dan Yusuf Martak, seorang pengusaha real estate dan jasa umroh saat menjelang Pilpres.

Menurut NU sendiri, predikat gelar alim atau ulama dalam konteks kebudayaan melekat kepada orang yang mengusai bidang ilmu agama, dan pada ranah sosial, menjadi panutan oleh masyarakat. Hal tersebut karena orang yang diberi gelar ulama sebelumnya secara konsisten mengamali ilmu ajaran Islam.

Robikin Emhas, Ketua PBNU, mencotohkan seorang ilmuan Belanda dan ahli politik Imperial, Snouck Hurgronje, dikenal sebagai orang yang belajar dan menguasai Al-Quran. Tetapi ia tidak serta-merta ia diberi gelar ulama. Karena orang tersebut tidak mengamalkan ilmu yang diperolehnya, bahkan mempelajarinya untuk maksud dan tujuan tertentu.

Predikat ulama pun tidak datang dari rekayasa sosial, apalagi untuk tujuan atau kepentingan tertentu seperti pencitraan politik. Alim ulama adalah status sosial, bukan gelar akademik atau jabatan politik, atas dasar itulah gelar tesebut terlahir secara alami, bukan atas kesepakatan bersama dalam suatu forum.

Viwi/Thoriq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here