Sel Asli Setya Novanto : Mewah, Mirip Kamar Hotel

0
178
Foto Istimewa

Jakarta, namalonews.com – Ombudsman Republik Indonesia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas (lembaga pemasyarakatan) yang ada di Bandung, Jumat 14 September 2018.

Sidak tersebut dilakukan di lapas Sukamiskin, Banceuy, dan lapas wanita. Saat berada di lapas Sukamiskin, Ombudsman menemukan keganjilan dan adanya perbedaan fasilitas terutama pada sel tahanan terpidana kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto. Pasalnya, sel tersebut berbeda jauh dari yang diketahui sebelumnya kepada publik dalam salah satu acara televisi swasta.

Lapas tersebut memiliki beberapa blok, dari satu blok yang memiliki dua lantai terdapat perbedaan prosedur antara lantai atas dan bawah. Kamar lantai bawah lebih kecil dibandingkan lantai atas, dan Setya Novanto menempati sel atas. Menurut pengakuan penjaga sel, kamar tersebut mulanya digunakan untuk menelpon, mirip seperti wartel (warung telepon).

Sel tahanan yang dihuni Setya Novanto memiliki kamar tiga kali lebih luas dibandingkan kamar yang pernah disorot oleh program televisi swasta. Di kamar tersebut memiliki berbagai fasilitas seperti kasur ranjang, toilet duduk, meja yang lebar (bisa untuk 3-5 orang) sofa. Dinding kamarnya dilapisi oleh Plywood dan lantainya diberi keramik bermotif warna coklat. Sangat berbeda dengan kondisi kamar lain yang kondisinya kumuh, sempit dan bertoilet jongkok.

Saat dimintai keterangan, Setya Novanto mengaku dinding yang dilapisi oleh plywood tersebut karena saat hujan, air merembes ke dalam kamar yang menyebabkan ruangan tersebut bau dan berjamur. Sedangkan kasur ranjang merupakan warisan dari napi terdahulu, serta barang-barang yang ada di dalam kamarnya merupakan fasilitas lama yang sudah ada di sel tersebut sebelum ia huni.

Menurut Kalapas Sukamiskin, Tejo Harwanto, kondisi sel Setya Novanto sudah seperti itu (mewah) saat ia menjabat sebulan lalu karena menggantikan kalapas sebelumnya yang diciduk KPK.

Ombudsman berkeinginan agar sel merata bentuknya tanpa ada modifikasi apapun, karena sel dibuat agar penjahat jera, bukan malah nyaman dengan keadaan yang ada. Menurut Tejo, hal tersebut merupakan jangka panjang dan memerlukan dana yang besar. Untuk mengubah kamar sel, ia mengaku tidak ada anggaran, bahkan biaya perawatan sel pun tidak ada. Maka dari itu ia (Tejo) mengupayakan untuk meminta anggaran di tahun 2019.

Sebelumnya, terpidana korupsi e-KTP, mantan Ketua DPR RI dan Partai Golkar ini sempat membuat heboh akan perangainya yang diluar akal sehat. Sebelumnya ia mengulur waktu untuk datang sidang dengan alasan kecelakaan mobil, sampai-sampai ia dirawat di rumah sakit. Selain kecelakaan ia juga mengaku sempat sakit jantung dan berbagai penyakit berat lainnya. sehingga sempat beredar beberapa meme (dibaca: mim) di dunia maya oleh para netizen yang kreatif dalam memilih kata dalam sebuah gambar atau foto.

Selain itu ia pernah disidak oleh Najwa Shihab dalam program televisi swasta dimana ia tinggal dikamar sel yang sempit namun masih terbilang bagus (terutama level anak kos). Banyak keganjilan saat liputan tersebut berlangsung, dari papan nama yang terlihat baru saja dicetak, lemari baju yang sedikit isinya.

Beberapa kosmetik seperti parfum, deodoran dan sabun untuk wanita. Peralatan mandi yang terlihat baru beli dari warung. Najwa disambut oleh Setnov dengan kaus sambil membaca buku terjemahan dan tafsir Al-quran.

Seharusnya para koruptor malu akan perbuatannya. Anehnya mereka masih bisa tersenyum lepas tanpa beban. Bayangkan orang-orang seperti ini (yang jumlahnya tidak bisa dihitung dengan jari) masih berkeliaran dan berlagak menjadi pemimpin.

Jangankan menginginkan kemajuan, mimpi pun mustahil apabila aktor-aktor tersebut tidak ditindak tegas oleh aparatur hukum. Harus ada efek jera (bahkan hukuman mati bila diperlukan) agar orang-orang tersebut tidak lagi bermunculan. Karena korupsi sangat-sangat merugikan negara terutama masyarakat yang sengsara akan perbuatan mereka.

Izul/viwi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here