Lagu Potong Bebek Angsa Masuk Dunia Politik

0
315
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Hampir semua anak bangsa pasti mengenal lagu Potong Bebek Angsa, karya seorang maestro lagu anak, yaitu Pak Kasur. Akhir-akhir ini, lagu Potong Bebek Angsa menjadi perbincangan hangat, terutama dalam dunia politik. Lagu anak ini kembali populer karena Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Gerindra membuat improvisasi demi manuver politiknya.

Ia mengubah lirik lagu dengan substansi pilpres dan kemudian mengunggah tulisan ini di akun twitter milik pribadinya. Lirik ini bahkan ditulis dengan huruf kapital.

“POTONG BEBEK ANGSA, MASAK DIKUALI, GAGAL URUS BANGSA, MAKSA DUA KALI, TAKUT DIGANTI PRABOWO-SANDI LALALALALALALALA”, begitulah cuitan yang ditulis Fadli di twitternya @fadlizon, Rabu 19 September 2018.

Hampir semua lirik lagu diubahnya. Hanya kalimat pertama “potong bebek angsa, masak dikuali” yang tidak diubah. Setelah itu, liriknya berubah total, meskipun masih dalam irama yang sama.

Lirik bait kedua diganti dengan kalimat “gagal urus bangsa, maksa dua kali”. Lirik lagu tersebut terlihat jelas menyindir Presiden Jokowi yang ingin menjadi presiden dua kali, meskipun telah diklaim gagal dalam mengurus bangsa Indonesia.

Fadli juga menyebutkan sindiran, jika petahan merasa takut posisinya digantikan oleh capres Prabowo-Sandiaga. Cuitan di twitter ini telah disukai dan di-retweet beribu akun.

Sudah menjadi hal yang biasa, perjuangan penuh intrik, unik, dan menghardik menguasai panggung politik. Segala cara akan dibenarkan demi mendapatkan kekuasaan, selama itu bukan kampanye negatif dan pembunuhan karakter lawan.

Kritik-kritik seperti ini wajar muncul, bahkan diperlukan untuk kemajuan bangsa. Akan tetapi, merek yang mengkritik pastinya melontarkan kritikan pada kandidat lawan. Wajar saja jika masing-masing pendukung, mengelu-elukan kandidat yang diusungnya, meskipun harus mengkritik setiap kekurangan dari rival politiknya.

Selain Fadli Zon, nama Fahri Hamzah juga dibawa-bawa dalam parodi lagu ini. Fadli Zon dan Fahri hamzah dikenal sebagai politikus yang senang mengkritik pemerintahan Jokowi. Nama Fadli Zon memang telah dikenal sebagai pendukung Prabowo, jadi tidak heran jika setiap cuitannya membahas tentang isu-isu politik kekinian hingga mendapatkan berbagai tanggapan dari masyarakat luas.

Melihat parodi yang dilakukan oleh Fadli Zon, Fahri Hamzah pun ikut berkomentas. Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menganggap bahwa seharunya cara Fadli Zon tidak mengubah lirik lagu seperti itu untuk mengkritik pemerintahan. Fahri mengatakan jika lagu yang sebelumnya lebih bagus, jadi seharusnya tidak diubah. Ia menyampaikan tanggapan ini sambil tertawa karena merasa lucu dengan lirik baru yang dibuat Fadli Zon ketika berada Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/9).

Fahri menilai jika kreativitas dalam mengkritik itu sah-sah saja, terlebih dalam tahun politik seperti ini. Akan tetapi, ia merasa kurang pas jika lirik lagu Potong Bebek Angsa diubah seperti yang dilakukan oleh Fadli Zon.

Menurutnya, hal ini wajar terjadi sebagai cara untuk memenangkan pemilu. Pelesetan seperti ini bahkan akan lebih sering muncul, terlebih pada saat kampanye sudah berlangsung. Cara-cara seperti ini menjadi bagian dari kreativitas dalam demokrasi bangsa Indonesia.

Ia juga menghimbau, untuk menganggap lucu peseletan-pelesetan itu. Tidak perlu sedih karena kedua belah pihak melakukan hal yang sama, jadi cukup rayakan saja proses kampanye ini dengan persaingan yang sehat dalam demokrasi.

Kritik memang bukan sesuatu yang salah. Setiap orang memang memiliki caranya tersendiri dalam melontarkan kritikannya, asalkan kritikan ini tidak menimbulkan perpecahan bangsa. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here