Untuk Lepas dari Rasa Ketakutan, Bupati/Kepala Daerah dari Partai Pengusung Prabowo Mendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin

0
191
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Pesta demokrasi pilpres tahun depan kian dekat. Eskalasi politik di Pilpres 2019 semakin menggeliat. Sejumlah kepala daerah di beberapa wilayah di Indonesia semakin terang-terangan mendukung salah satu calon presiden, yakni pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Yang lebih memperihatinkan adalah ada kepala daerah yang mendukung capres Jokowi-Ma’ruf Amin itu berasal dari partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sikap kepala daerah itu dituding karena mendapat intimidasi.

Namun, hal itu dibantah mentah-mentah oleh Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni. Raja mengklaim bahwa pihaknya tidak pernah melakukan cara kotor di Pilpres. Apalagi sampai memberi tekanan kepada kepala daerah tersebut.

Dalih Raja, bahwa pemilu Serentak 2019 yang disertai dengan Pilpres itu harus dijalani secara bersih dari kecurangan. Bentuk kecurangan itu, jelas Raja, salah satunya adalah  seperti paksaan atau intimidasi.

“Jadi haram hukumnya melakukan intimidasi, paksa memaksa. Yang ditunggu adalah keikhlasan dari pihak-pihak tersebut (kepala daerah),” ujar Antoni, Kamis (20/9/2018).

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu meminta bukti dari pihak yang menuding bahwa ada kepala daerah yang mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin pada pilpres 2019.

“Saya kira itu tuduhan yang serius dan karena itu harus dibuktikan. Silahkan ajukan bukti satu orang saja dari kepala daerah yang mendapat tekanan dari pihak Pak Jokowi,”  Raja menegaskan.

Bahkan, Raja lebih jauh menuturkan bahwa pihaknya ingin menang dengan cara terhormat di Pilpres 2019 mendatang. Bukan menang dengan cara yang curang dengan intimidasi kepada kepala daerah.

“Menang yang bersih, menang dengan bermartabat,” katanya.

Namun demikian, pernyataan Raja tersebut bertolak belakang dengan realita yang terjadi di lapangan. Sebagaimana diketahui sebelumnya, bahwa Hendrajoni‎, Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang juga kader Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan mendukung pasangan ‎Jokowi-Ma’ruf Amin.

Terkait dengan dukungan dari partai pendukung Prabowo yang justru mendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin itu mendapat tanggapan dari elite pengurus PAN.

Sikap bupati yang juga purnawirawan Polri itu dianggap Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo, sebagai bentuk rasa ketakutan. Dradjad tidak asal membuat pernyataan seperti itu.

Dari laporan yang didapatkan Dradjad, diketahui bahwa ada rasa ketakutan dari kepala daerah. Itulah sebabnya, untuk lepas dari rasa ketakutan tersebut, sang bupati memilih untuk mendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 mendatang.

“Sebagian dari mereka, khususnya yang menjadi kepala daerah sudah melaporkan ketakutan mereka. Saya tidak usah merinci apa yang membuat mereka takut,” jelas  Dradjad.

Lebih lanjut ditegaskan oleh Dradjad, bahwa secara resmi DPP PAN mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdasarkan keputusan Rakernas pada 9 Agustus tahun 2018 silam. Dengan demikian, secara organisatoris, keputusan tersebut wajib dipatuhi dan mengikat semua kader PAN, termasuk Hendrajoni‎.

Sebelum rakernas, selama beberapa bulan DPP PAN melakukan komunikasi dengan pimpinan-pimpinan di daerah. Banyak ketua DPW dan DPD PAN yang menemui Amien Rais dan Zulkifli Hasan menyampaikan aspirasi. Aspirasi tersebut mayoritas untuk mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga.

Sebagaimana diketahui bahwa ada sejumlah kepala daerah di Sumatera Barat yang memberikan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin. Mereka itu adalah Bupati Dharmasraya-Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Bupati Sijunjung-Yuswir Arifin, Bupati Pesisir Selatan-Hendrajoni, Bupati Pasaman-Yusuf Lubis, Wali Kota Solok-Zul Efian dan Bupati Limapuluh Kota-Irfendi Arbi.‎

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here