Anak Gusdur Mengajukan Nama Kiai NU Untuk Tim Prabowo-Sandiaga

0
208
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Putri Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, belum memutuskan untuk bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal ini dijelaskan oleh Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Partai Gerindra Hadi. Akan tetapi, Hadi membenarkan jika pernyataan calon wakil presiden Sandiaga Uno yang menyebut bahwa Yenny mengajukan beberapa nama dalam tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Prasetyo, Yenny mengajukan beberapa nama Kiai Nahdlatul Ulama (NU) asal Jawa Timur dan Banten untuk Tim sukses kemenangan Prabowo-Sandiaga.

“Ada beberapa dari Nahdlatul Ulama (NU), Kiai dari Jawa Timur, Banten, dan sebagainya. Tapi saya terus terang kurang hapal satu persatunya,” jelas Prasetyo saat ditemui di kediaman pribadi Prabowo, Kamis (20/9/2018) malam.

Prasetyo juga menambahkan jika tim Prabowo-Sandiaga berharap agar Yenny memutuskan untuk bergabung. Ia pun menjelaskan bahwa hubungan calon presiden Prabowo dengan keluarga Presiden ke-4 RI atau Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sangat baik.

“Semoga istiqarah-nya beliau ada di barisan kami. Tapi saya kira hubungan Pak Prabowo dengan Bu Yenny beserta keluarga almarhum Gus Dur sangat baik,” kata Prasetyo.

Sebelumnya, calon wakil presiden Sandiaga menyebut bahwa Yenny Wahid belum memutuskan untuk bergabung dalam tim pemenangan nasional pasangan Prabowo-Sandiaga. Sandiaga pun menuturkan bahwa Yenny Wahid masih memerlukan  waktu beberapa hari lagi untuk menentukan sikap. Namun, Sandiaga Uno melanjutkan bahwa Yenny Wahid telah mengajukan beberapa nama kiai untuk masuk dalam struktur tim pemenangan tim calon presiden Prabowo-Sandiaga.

Sandi pun menambahkan jika ada 10 sampai 12 nama yang di ajukan oleh anak Presiden ke-4 RI ini. Akan tetapi Yenny Wahid tidak merinci nama-nama tersebut.

“Tapi nama-nama tim beliau sudah dimasukan, jadi sudah diakomodasi di badan pemenangan nasional. Saya lupa tapi ada sekitar 10 sampai 12 nama,” Ujar Sandi.

Sementara pihak keluarga Presiden ke-4 RI ini menyatakan belum memutuskan kemana arah dukungan dalam pemilu Presiden 2019 nanti. Yenny Wahid pun menuturkan bahwa arah dukungan dirinya beserta keluarga besarnya masih menunggu istoqoroh para kiai.

“Sejak awal saya sudah mengatakan bahwa saya masih menunggu hasil istiqoroh lengkap dari 9 kiai. Jadi saya belum mengambil keputusan,” Jelas Yenny Wahid pada Jumat ((21/9/2018).

Anak Presiden ke-4, Yenny Wahid ini juga menuturkan bahwa masing-masing dari calon presiden dan wakil presiden belum menjelaskan apa visi dan misi mereka apabila mereka terpilih di Pilpers 2019 nanti.

“Visi misi para calon saja saya belum mendengar langsung, bagaimana kami membuat keputusan?” tandas Yenny Wahid.

“Saya sudah berkomunikasi dengan pihaknya Pak Prabowo dan Pak Sandi. Jadi tidak benar saya masuk Timses Prabowo-Sandi,” tambahnya.

Kemudian, anak Presiden ke-4 RI, Yenny Wahid, memberikan ‘clue’ bahwa arah dukungannya beserta keluarganya akan diputuskan dalam beberapa hari kedepan.

“Sabar ya, tunggu saja beberapa hari,” jelas Yenny Wahid.

Akan tetapi, kabar terbaru  mengenai persoalan ini, Yenny yang  berkomentar singkat saat diklarifikasi mengenai pernyataan calon wakil presiden, Sandiaga Uno, yang mengklaim bahwa Yenny sudah mengajukan 10-12 nama untuk masuk dalam Badan Pemenangan Nasional Pasangan Prabowo-Sandiaga. Ia mengatakan, agar menanyakan kembali soal itu kepada Sandiaga Uno.

“Tanya dulu saja sama beliau,” jelas anak Presiden ke-4 melalui pesan singkat pada Jumat (21/9/2018).

Anak Presiden ke-4 ini pun enggan berkomentar mengenai pernyataan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi. Sementara itu, Yenny sendiri melalui akun twitter-nya menuliskan dalam politik klaim kerap kali dilakukan oleh pihak-pihak sebagai upaya untuk membangun persepsi yang menguntungkan.

“Saya menyadari bahwa dalam politik, klaim kerap dilakukan oleh pihak-pihak, sebagai upaya untuk membangun persepsi yang menguntungkan mereka. Namun, klaim yang tidak berdasar justru nantinya akan dibungkam realita. Tolong hargai, beri ruang, dan jangan mendesak,” tulis Yenny dalam akun Twitter-nya, Kamis (20/9/2018). (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here