Begini Kondisi Pemerintahan Kota Malang Setelah Terkuak Kasus 41 Anggota DPRD Tersandung Kasus Korupsi

0
118
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Masih hangat terdengar, kasus korupsi yang dilakukan oleh sebanyak 41 anggota DRPD kota Malang ini memang sangat mengejutkan dunia. Pasalnya, selama ini para koruptor rakus yang tertangkap memakan uang hina dari setiap kota atau suatu instansi itu tidak seramai ini. Kasus yang baru saja terungkap ini menjadi penangkapan koruptor terbanyak dalam waktu sekaligus pada ruang lingkup tanah air.

Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan laporan mengenai daftar calon tetap (DCT) bagi para anggota DPRD semakin membuat masyarakat geram. Mereka bahkan ada yang menilai bahwa kasus korupsi di Indonesia ini sepertinya sudah menjadi hal yang harus dilakukan, karena sudah mendarah daging dan seolah diturunkan dari para aktivis sebelumnya. Lebih parahnya lagi, ternyata para tersangka korupsi ini sudah mencalonkan dirinya untuk pemilu 2019.

Menurut ketua KPU kota Malang, Zaenuddin mengungkapkan bahwa ada 12 calon legislatif dari para anggota DRPD yang sudah ditangkap basah bahwasanya menjadi tersangka korupsi. Beberapa calon legislatif ini berasal dari  partai yang berbeda-beda. Ada yang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hanura.

Nasib Daftar Calon Tetap Yang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Menurut laporan yang disampaikan oleh Zaenuddin, mereka para anggota legislatif yang sudah mencalonkan diri pada pemilu namun sudah ditetapkan oleh tersangka ini memang tetap masuk dalam DCT. Alasan yang mendukungnya karena belum adanya putusan hukum atas kasus yang menimpa mereka. Secara langsung, hak mereka masih saja dalam perlindungan undang-undang. Bahkan, berdasarkan aturan yang berlaku pun masih belum ada penandaan terhadap calon legislatif baik yang meninggal dunia maupun sedang menjalankan proses hukum.

Tetapi, dari beberapa partai yang mengajukan calon untuk naik sudah menarik kembali bakal calon legislatif yang sudah masuk ke dalam DCS. Beberapa partai tersebut memang sebagian besar tempat bernaung dari para tersangka yang tertangkap kasus korupsi tadi. Namun, masih belum adanya klarifikasi mengenai kepastian apakah benar calon yang ditarik kembali oleh partai tersebut memang benar beberapa orang dari tersangka.

Kondisi Terkini Pemerintahan Kota Malang

Anggota DRPD memang memegang peranan yang cukup penting dalam pemberian keputusan atas pengajuan proposal yang diajukan oleh para kabinet yang mengisi jabatan daerah. Ketika anggota DPRD vakum, maka laju pertumbuhan ekonomi dan rencana kerja untuk daerah pun menjadi terhambat. Hal ini yang sedang terjadi pada kota Malang saat ini pasca tertangkapnya tersangka yang menjadi koruptor oleh 41 anggota DRPD.

Meski para anggota DPRD tersebut tidak memakan uang rakyat dalam jumlah yang besar, namun jika dijumlahkan untuk setiap dari mereka jumlahnya itu masih terbilang cukup besar. Kota Malang hanya memiliki 42 anggota DRPD yang bertugas. Karena 41 orang ditetapkan sebagai tersangka, masih beruntung juga setidaknya sekarang hanya ada 1 anggota legislatif yang mengisi kursi jabatan untuk mengurus segala pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Dibantu dengan adanya aktivitas dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjalankan tugas di sekretariat dewan.

Namun, berdasarkan informasi terbaru mengenai anggota DRPD yang tersisa bertambah jadi lima orang. Karena, mereka belum masu ke  dalam daftar terpidana seperti yang dijatuhkan kepada ketua DPRD kota Malang. Karena dengan jumlah yang sangat sedikit ini, diprediksikan hanya DRPD kota Malang bisa lumpuh total. Tidak mungkin mereka bisa menjalankan fungsinya sebagai lembaga legislatif dengan jumlah segini, yang padahal harus segera diselesaikan pembahasan P-APBD kota Malang untuk tahun anggaran 2018.

Tetapi, pimpinan DPRD yang ditetapkan sebagai terpidana berharap kepada Kementeri Dalam Negeri untuk memberikan adanya diskresi agar roda pemerintahan di Kota Malang bisa tetap berjalan meski dengan anggota DPRD yang masih tersisa lima orang. Karena bagaimanapun, ia ingin agar pemerintah tidak lumpuh. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here