Eks Bawahan Zumi Zola Minta Setoran 50 Kontraktor, Dapat Hadiah Rp 5 M

0
272
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jambi, Arfan, mengaku dimintai Plt Sekda untuk mengumpulkan uang dari para kontraktor di wilayah tersebut. Uang itu diperuntukkan bagi para anggota DPRD Jambi untuk mengesahkan APBD Jambi atau biasa dibilang uang ketuk palu. Mencari uang ketuk palu perintah Pak Plt Sekda, ungkap Arfan ketika bersaksi dalam sebuah lanjutan sidang terdakwa Zumi Zola  selaku Gubernur Jambi nonaktif di Pengadilan Jakarta.

Ulasan Mengenai Eks Bawahan Zumi Zola Minta Setoran 50 Kontraktor, Dapat Hadiah Rp 5 M

Arfan mengaku menjalankan perintah tersebut hingga pada akhirnya memperoleh uang senilai Rp 5 miliar dari 50 kontraktor. Para kontraktor tersebut di janjikan mendapatkan proyek sehingga rela mengeluarkan uang. Jadi masing-masing Rp 100 juta kali 50 orang, totalnya Rp 5 miliar. Imbalan kontraktor di kasih pekerjaan, kata Arfan. Kemudian, Arfan meminta Saifuddin atau Asisten III Pemprov Jambi dan Wahyudin untuk menyalurkan uang tersebut ke anggota dewan. Uang itu diberikan kepada anggota dewan setelah rapat paripurna pengesahan APBD Jambi di tahun 2018.

Uang ketuk palu disalurkan oleh staf saya dan pak Saifuddin. Waktu itu anggota dahulu, pimpinan belum, ujar Arfan. Dalam permsalahan ini, Zumi Zola didakwa menerima gratifikasi senilai nilai Rp 44 miliar dan sebuah mobil Alphard. Gratifikasi ini diterima Zumi sejak dia memperoleh jabatan sebagai Gubernur Jambi. Selain itu, Zumi Zola juga di dakwa karena menyetor Rp 16,490 miliar ke DPRD Jambi. Uang tersebut untuk memuluskan pengesahan Rancangan Perda APBD Jambi tahun 2017-2018.

Saksi Sidang Zumi Zola: Tak Ada Dana, Anggota DPRD Ancam Tidak Akan Hadir

Anggota DPRD jambi disebut mengancam tidak datang pengesahan APBD tahun 2018 jika tidak ada uang dari Pemprov Jambi.  Sampai ada beberapa kalangan yang mengancam walk-out. Hal itu telah disampaikan oleh Plt Sekda Pemprov Jambi Erwan Malik ketika memberi saksi untuk terdakwa Zumi Zola. Erwan menyebut ketika itu ancaman datang dari Elhelwi yang  menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PDIP di DPRD Jambi.

Saat itu dipaksa membuat surat pernyataan oleh Pak Elhelwi, minta kepastian senin harus membawa uang. Kalau tidak ada, ia tak akan hadir, ucap Erwan ketika memberi saksi dalam sidang di Pengadilan Jakarta Pusat. Selain itu, Erwan menceritakan mengenai ancaman walk-out saat pembahasan anggaran Dinas PUPR Jambi. Jadi menurut Erwan, ancaman berasal dari Fraksi PDIP. Saat itu Ketua Fraksi PDIP  yakni pak Zainul Arfan mengancam kami, Fraksi PDIP akan WO, ucapnya.

Namun Erwan mengau tidak tahu menahu perihal ada tidaknya uang ketok palu ketika rapat pengesahan APBD Tahun 2018. Saya tidak tahu, kata Erwan. Sedangkan sang mantan anggota DPRD Jambi Supriyono yang juga dihadirkan sebagai saksi mengakui adanya uang tersebut. Dia memperoleh jatah Rp 400 juta. Saya sudah menerima uang ketuk palu seharinya, tepatnya pada hari Selasa, kata Supriyono sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Jambi.

Dalam perkara tersebut, Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola dikatakan menerima gratifikasi senilai Rp 44 miliar dan memperoleh mobil Alphard. Gratifikasi itu disebut diterima Zumi sejak ia memperoleh jabatan sebagai Gubernur Jambi. Selain itu, Zumi Zola juga sudah di dakwa menyetor Rp 16,490 miliar ke DPRD Jambi. Uang itu disebutkan untuk memuluskan pengesahan Rancangan Perda APBD Jambi tahun 2017-2018.

Demikian informasi kami sampaikan semoga membawa banyak pengetahuan dan manfaat untuk kita semua. Semoga permasalahan tersebut segera menemukan kebenaran dan titik terang. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here