Golkar: Kalau Jokowi-Ma’ruf Nomor Satu, PKB yang akan Dapat Efek

0
271
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Baru-baru ini Partai Golkar menyatakan pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden yang akan di laksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak memberi efek apapun ke partainya.

Sekertaris Jenderal partai Golkar Lodewijk Fredrich Paulus menerangkan bahwa nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden hanya ada satu dan dua. Sedangkan berdasarkan nomor urut pemilu, Golkar mendapat nomor empat.

“Ya enggak kebagian efeknya. Ya seumpamanya katakan Pak Jokowi nomor satu, PKB yang akan mendapatkan efek dari nomor itu’” jelas Loedewijk di kompleks parlemen, pada Kamis (20/9/2018).

Dalam pemilu 2019 kali ini, PKB mendapat nomor urut satu hingga dinilai bisa menguntungkan karena  kesesama nomor ini. Namun sebaliknya, jika paslon Jokowi-Ma’ruf mendapat nomor urut dua, maka menurutnya tidak ada efek apapun kecuali pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mendapat nomor urut tersebut. Adapun Gerindra mendapatkan nomor urut dua pada pemilu tahun depan.

“Karena Gerinda sama lah kalau dia sekali kampanye, sekaligus pasangan calon, sekaligus untuk partai,” ujarnya.”

Berbeda dengan Golkar, Sekertaris Tim Kampanyee Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto mengatalan tak mempermasalahkan nomor urut yang akan diperoleh Jokowi-Ma’ruf. Ia pun menjelaskan bahwa setiap nomor memiliki makna yang positif.

“Ikutin tahapan dengan mata hati. Mau nomor mana saja yang penting dua periode. Segala sesuatu dipersiapkan dengan cermat ingin menampilkan watak bangun peradaban,” jelasnya di posko pemenangan jalan Cemara, Kamis (2-/9/2018).

Sekjen PDIP ini pun menekankan bahwa yang terpenting adalah komitmen dalam membangun bangsa. Pengambilan nomor urut hanyalah sebatas prosedur yang mesti ditempuh masing-masing paslon untuk mengikuti kampanye.

“Mau nomor 1 atau 2 yang penting komitmen bagi Indonesia Raya. Di situlah semua nomor baik bagi paslon,” ujar sekjen PDIP itu.

Oleh sebab itu juga, Hasto menambahkan, pengambilan nomor urut jangan sampai menyebabkan adanya perbedaan antara satu paslon dengan paslon yang lain.

“Pemilu harus menampilkan gagasan kontestasi kebudayaan, peningkatan demokrasi dan program-program unggulan untuk rakyat,” tandasnya.

Sekertaris Jendral PDIP Hasto Kristiynto juga sebelumnya menjelaskan bahwa bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan berangkat dari Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi Nomor 46, Jakarta Pusat menuju gedung Komisi Pemilihan Umum untuk mengambil nomor urut.

Diketahui juga, KPU bakal menetapkan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Jumat (21/9/2018) malam di Gedung KPU, menteng, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, Sekertaris Jendral Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadil Karding menuturkan, andai diberikan kesempatan akan memilih nomor urut satu lantaran hal ini akan lebih menguntungkan PKB.

“Ya karena saya Sekjer PKB maunya nomor 1. Diuntungkan saya, benar Golkar itu,” tuturnya di Bareskrim, pada Jumat (21/9/2018).

Selain Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, dia juga menjabat Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma’ruf. Karding juga mengatakan bahwa tidak mempermasalahkan nomor urut yang didapat Jokowi-Ma’ruf.

“Nomor 1 saya bisa dibilang bahwa pemenang, kalau nomor 2 bisa bilang victory bisa juga 2 periode. Enggak ada masalah. Tetapi kalau nomor 2 bisa jadi nanti Pak Jokowi bantu Gerindra karena Gerindra nomor 2,” jelasnya.

Akan tetapi, bagi Karding nomor urut satu secara tidak langsung akan memberi efek ke partainya. “jadi bagi PKB kalau nomor urutnya 1, kita senang karena lebih mudah untuk berkampanye 1,1,1,.” Tuturnya. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here