Mahasiswa: Ekonomi Indonesia Terpuruk Sejak Jokowi Berkuasa

0
174
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menuntut Presiden Jokowi mundur dari jabatannya justru dimulai dari kampung sang presiden berasal, Solo, Jawa Tengah.

Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di depan Balai Kota, Solo. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya lantaran tak membuat program prorakyat seperti yang digadang-gadangkan saat kampanye calon presiden pada tahun 2014. Demonstrasi itu terjadi pada bulan Januari 2017.

Demo tersebut berlangsung ricuh. Massa yang membentuk lingkaran membuat Jalan Jenderal Sudirman tidak bisa dilalui kendaraan, puas berorasi mereka lantas membakar ban.

Peristiwa pembakaran ban mendapat peringatan dari kepolisian yang mengamankan aksi unjuk rasa. Melalui pengeras suara mereka meminta api dipadamkan. Namun, mahasiswa tetap bergeming dan tidak mau memadamkan api yang sudah mengeluarkan asap membumbung. Sejumlah aparat pun merangsek masuk ke arah kerumunan mahasiswa untuk memadamkan api. Namun, para mahasiswa menghadang. Aksi saling dorong selama 10 menit tak dapat dihindari.

Sejak itu, setiap mahasiswa melakukan aksi demonstrasi pasti melakukannya dengan membakar ban.

Yang terakhir adalah aksi dari Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (Aliansi UMJ). Mereka melakukan aksi di depan Istana Negara, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018).

Diketahui mereka datang dengan menumpangi delapan bus yang berangkat dari Ciputat, Tangerang Selatan pada pulul 13.00 WIB.

Dengan mengenakan almamater berwarna hijau mereka yang tergabung Aliansi Mahasiwa UMJ bersatu menuntut gagalnya rezim Joko Widodo dalam menjalankan pemerintahan.

Dengan melakukan orasi, mahasiswa menilai bahwa semenjak Joko Widodo terpilih sebagai presiden, perekonomian Indonesia semakin terpuruk. Itulah sebabnya, kemudian mereka mengimbau agar rakyat bersabar karena Indonesia tengah diuji.

“Semenjak Jokowi berkuasa, ekonomi semakin terpuruk. Ini menandakan indonesia tidak bisa berdikari. Tapi kita harus sabar, indonesia tengah diuji lewat Jokowi,” teriak orator.

Pada aksinya itu, Aliansi UMJ membentangkan spanduk. Spanduk berisi kecaman atas tindakan represif aparat kepolisian dalam menangani aksi mahasiswa di berbagai daerah.

Di samping itu, mereka juga mengecam berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi yang tidak prorakyat. Misalnya, impor pangan yang merugikan petani akibat kebijakan impor.

Aksi ini mendapatkan pengawalan satu kompi aparat Kapolisian Resort Jakarta Pusat atau sekitar 300 personel.

Aliansi ini merupakan gabungan dari beberapa fakultas, organ intra kampus, dan ekstra kampus. Aksi ini mendapatkan pengawalan satu kompi aparat Kapolisian Resort Jakarta Pusat atau sekitar 300 personel.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here