Masih Diikuti Capres yang Sama, Ini Dia Perbedaan Pilpres 2014 dan Pilpres 2019

0
132
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Masing nyata rasanya, pemilu yang diadakan pada 5 tahun lalu ternyata memiliki momen dan kesan yang mungkin sama dengan pemilu selanjutnya tahun 2019. Salah satunya yang memang paling sama persis adalah kandidat kedua capres yang mengajukan diri sebagai calon selanjutnya yaitu Prabowo dan Jokowi. Yang membedakan hanyalah pada cawapres, untuk pasangan Jokowi kali ini yaitu Ma’ruf dan pasangan Prabowo digebet oleh Sandiaga Uno.

Karena persamaan kedua calon untuk dua periode pemilihan umum ini memang sudah disadari oleh masyarakat terutama yang selama ini memang memantau langsung dari jauh-jauh hari. Setelah ditetapkannya pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, tahun ini juga hanya ada dua bakal calon pasangan yang memang terdengar sudah mendeklarasikan diri. Mereka mencari dukungan masing-masing dari masyarakat. Ternyata hal ini juga terjadi pada 5 tahun lalu, pada tahun 2014 dimana juga hanya ada dua pasang calon kandidat yang naik.

Pada diskusi politik yang diadakan pada Sabtu, (22/9) kemarin, Diane ikut menyampaikan sesuatu di dalam diskusi polemik Radio MNC Trijaya yang mengusung tema Kampanye Asik, Damai, dan Anti Hoax. Dalam diskusi yang diadakan di Jakarta pusat ini, Diane menyebut bahwa empat tahun lalu kan calonnya juga sama. Hal ini mengandung arti bahwasanya masyarakat memang sudah mempunyai pilihan selama empat tahun perjalanan.

Namun, hal ini bukan semata-mata karena pilihan dan keinginan masyarakat saja. Pengajuan calon presiden dan wakil presiden pastinya sudah melalui tahapan yang disyaratkan oleh KPU. Mulai dari syarat yang harus dipenuhi oleh presiden, partai mana yang ingin menggandeng mereka, hingga batasan umur dan pengalaman kepemimpinan yang pernah dilakukannya. Maka, kedua pasang calon yang sudah dideklarasikan pasti sudah melalui semua tahapan ini dan layak menjadi bakal calon yang naik pemilu.

Anggota Timses Kedua Pasang Calon Mengeluarkan Suara

Setelah resmi mendapatkan nomor undian untuk kedua pasang calon, setiap pasangan calon pasti menyusun strategi masing-masing. Untuk anggota timses Prabowo-Sandi, Siane menyatakan pihaknya itu siap berkompetisi secara sehat selama masa pemilu berlangsung. Ia pun merasa bahwa pemilu kali ini tidak jauh berbeda dengan pilpres tahun 2014 silam, karena diikuti oleh dua kontestan yang sama.

Berlaku hal yang sama dengan anggota timses Jokowi-Ma’ruf, mereka tak kalah siap untuk menunggu hasil pilpres nantinya yang pada akhir mengumumkan siapa yang layak menjadi presiden dan wakil presiden. Mari kita tunggu dan lihat bersama, bagaimana nantinya proses ini berjalan. Semoga bisa tertib dan juga damai, agar Indonesia terhindar dari peperangan politik yang tidak diinginkan.

Perbedaan Pilpres 2014 dengan Pilpres 2019

14 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2004 memang Indonesia memiliki warna dan mekanisme baru dalam proses pemilihan presiden. Jika sebelumnya untuk menentukan siapa yang menjadi presiden berdasarkan suara wakil rakyat di DPR/MPR, namun setelahnya pemilihan presiden diserahkan sepenuhnya atas hak rakyat. Artinya, semua warga dan rakyat Indonesia bebas memilih presiden dan wakil presiden yang mereka kehendaki.

Ini berlaku pula untuk tahun ini, meski diikuti oleh dua calon presiden yang sama, namun pembeda pilpres tahun 2019 ini terhadap sekitar 44% pemilih muda dan pemula. Artinya, mayoritas pemilih untuk pemilu tahun 2019 ini adalah kelompok milenial. Maka, para calon harus mampu memikat hatinya para milenial untuk mendapatkan suara terbanyak nantinya di swing voters. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here