Persoalan Dana Raja, Politisi PDIP Menduga Ratna Sarumpaet Kena Tipu

0
408
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Politikus PDIP menduga Ratna Sarumpaet terkena penipuan modus lama. Ratna disinyalir tidak sadar bahwa isu uang raja Nusantara Rp 23,9 triliun yang di urusi tersebut hanyalah omong kosong belaka. Modus penipuan begini sudah lama, kata anggota Komisi XI DPR PDIP, Eva Kusuma Sundari.

Mengenai Persoalan Dana Raja, Politisi PDIP Menduga Ratna Sarumpaet Kena Tipu

Ratna Sarumpet meyakini bahwa uang tersebut benar-benar berasal dari raja Nusantara yang menyimpan kekayaan di Bank UBS Swiss. Uang tersebut kemudian ditransfer ke tiga bank yang ada dalam negeri, salah satunya ke rekening bank milik seorang pria bernama Ruben PS Marey di Papua. Namun uang tersebut raib karena diblokir pemerintah Presiden Joko Widodo. Padahal Bank Dunia mengetahui adanya transaksi dari Swiss ke Indonesia. Begitulah cerita yang diyakini Ratna.

Mendengar cerita mengenai janju uang dari raja-raja Nusantara untuk masyarakat semacam yang diceritakan oleh Ratna, Eva menjadi teringat modus penipuan lama. Cerita tersebut sangat mirip dengan penipuan mengenai harta para raja, pemimpin zaman dulu, hingga presiden masa silam. Harta pemimpin zaman dahulu itu dipercaya disimpan di sebuah bank Swiss dan bisa dicairkan. Ini merupakan teknik penipuan kuno.

Mulai dari uang wali Amanat Bung Karno, lalu modus Nigerian Scam, tutur Eva soal variasi penipuan yang sudah sering di dengar. Isu yang dikatakan Ratna tersebut ternyata sudah menjadi pembicaraan pada internal kelompok PDIP. Eva sendiri mengaku pernah didatangi oleh beberapa pihak yang menjadi korban penipuan semacam itu.

Kasihan sekali kalangan-kalangan yang tertipu ini, kata Eva yang mengaku pernah menerima pengaduan korban penipuan dengan masalah serupa. Sebagai anggota komisi bidang keuangan dan perbankan, Eva menilai isu tersebut sangat tidak layak untuk diangkat menjadi berita politik kenegaraan. Komisi XI DPR yang mengurusi APBN, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani sekarang ini mempunyai banyak sekali pekerjaan yang harus di urus.

Namanya nekat kalau kemudian dinaikan menjadi isu politik pada tahun politi sekarang ini. Bawa-bawa Bank Indonesia dan dunia segala. Menteri Keuangan sedang sibuk akrobat mencari dana untuk menutupi BPJS, dari dana kasat mata, sumber yang sudah terkontrol. Ngapain harus mengurus dana sulapan yang sumbernya konon dan tidak jelas, kata Eva.

Ratna mengklaim mempunyai bukti transfer Rp 23,9 triliun yang ia bicarakan tersebut. Kata dia, buktinya sudah diserahkan ke Komisi XI DPR. Kini Ratna menunggu jadwal audiensi pada rapat Komisi XI. Eva menduga, barangkali dokumen tersebut memang diserahkan ke Komisi XI DPR, namun bisa saja tidak. Namun karena sangat aneh, jadinya oleh pimpinan tidak pernah dimasukkan ke agenda rapat komisi. Jaga marwah Komisi XI seharusnya, kata Eva.

Dia memberi saran ke Ratna supaya segera terbebas dari penipuan. Pertama, diharuskan adanya prinsip legal. Kedua, mengedepankan logika. Prinsip legal dan logika tersebut dapat digunakan untuk menyaring, mana yang asli dan tidak. Kalau tidak masuk akan, Tinggal saja barang tersebut.Terlalu semangat menjadi oposisi, padahal barangnya saja tidak jelas, ucap Eva.

Sebelumnya, Ratna sendiri telah mengungkapkan keyakinannya mengenai dana swadaya dari raja-raja untuk papua tersebut. Dia yakin perkara uang Rp 23,9 triliun tersebut bukanlah tipu-tipu. Dia justru menantang beberapa pihak pemerintah untuk menggugat dirinya jika ini merupakan penipuan belaka.

Begini saja. Ini jumlah uang yang besar, lembaga-lembaganya resmi. Jika ini memang penipuan, tinggal saya saja yang digugat karena pencemaran nama baik. Bagaimana? Kata Ratna. Kami doakan supaya masalah ini segera ada titik terang ya. Terima kasih. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here