Sejumlah Elitenya Terlibat Kasus Suap PLTU Riau-1, Akbar Tandjung Minta Airlangga Hartarto Klarifikasi

0
187
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Perihal gonjang-ganjing kasus suap PLTU Riau-1 yang membelit Partai Golkar dan sejumlah elitenya, Akbar Tandjung buka suara.

Sebagaimana diketahui bahwa sejumlah elite partai dengan lambang pohon beringin itu diduga terlibat dalam kasus PLTU Riau-1. Di antaranya, mantan Sekjen Partai Golkar,  Idrus Marham dan salah satu Ketua DPP, Eni Maulani Saragih. Mereka sudah lebih dulu ditahan KPK. Nama mantan Ketum Golkar Setya Novanto juga disebut terlibat dalam kasus ini.

Menurut Akbar, yang pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 1998-2004 itu, partainya tidak mudah menghadapi pemilu 2019. Tambahnya, kasus suap PLTU Riau-1 bisa menggerus suara Golkar pada Pemilu 2019 mendatang.

“Banyak hal yang bisa mempengaruhi pilihan rakyat ke Golkar, antara lain kasus proyek PLTU Riau yang akan berdampak pada citra partai,” kata Akbar kepada wartawan, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Tambah Akbar, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, perlu menjelaskan kepada publik terkait nama sejumlah elite partainya yang disebut dalam kasus tersebut. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, tambahnya, harus menjadikan kasus ini menjadi perhatian utama untuk mencegah penurunan suara Partai Golkar pada pemilu serentak nanti, pemilu 2019.

“Bilamana perlu, diberikan semacam klarifikasi dan tidak hanya keluar, tapi juga ke dalam (internal) Golkar juga,” lanjutnya.

Lebih-lebih, ada pengakuan dari Eni Maulani Saragih yang menyebut bahwa ada aliran uang hasil korupsi proyek PLTU Riau-1 yang mengalir ke Munaslub Golkar 2017.

Walaupun Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dan sejumlah elite DPP sudah membantah, Akbar menilai bahwa tetap harus dilakukan semacam klarifikasi ke publik.

Sebelumnya, secara berulang-ulang Airlangga Hartarto membantah adanya aliran dana ke Munaslub Golkar (Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golongan Karya). Airlangga pun menepis pengakuan Eni sebelumnya yang menyatakan bahwa ia diperintah oleh partai untuk mengawal proyek PLTU Riau-1.

“Tentu Golkar itu kan tagline-nya bersih. Kedua, tidak ada perintah semacam itu, tidak ada,” ujar Airlangga di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Di lain pihak, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Alexander Marwata, mempersilakan elite Partai Golkar membantah pengakuan Eni terkait aliran dana ke munaslub partai itu. Namun, semua itu, jelas Alexaner, nanti akan dibuktikan di pengadilan.

Terkait dengan bantahan yang disampaikan oleh Partai Golkar perihal  aliran dana untuk Munaslub Partai Golkar lewat tersangka suap PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih, KPK tidak mempersoalkannya.

KPK, jelas Alexander, menegaskan bahwa Eni sudah memberikan keterangan kepada penyidik soal aliran duit untuk Munaslub Golkar. KPK pun, lanjutnya, terus bergerak mengusut kasus dugaan korupsi PLTU Riau-1.

Setelah Eni dan Idrus ditahan, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Melkias Marcus Mekeng sebagai saksi untuk Idrus Marham.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here