Situs Skandal Sandiaga Dibuat Usai Undian Nomor Capres

0
206
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Domain situs skandal Sandiaga Uno dibuat satu hari setelah pengambilan nomor urut calon presiden dan calon wakil presiden. Berdasarkan tool Whois, alat untuk memperoleh informasi mengenai domain situs. Situs ini pun diberi nama skandalsandiaga.com yang resmi dirilis pada 22 September 2018 lalu pukul 03.00 Zulu Time atau tepat pukul 10.00 WIB.

Didalam situs skandal tersebut juga tercatat nomor telepon yang terdaftar memiliki kode nomor Amerika Serikat (+1), bukan Indonesia dengan kode nomor (+62). Surel pengelola domain terdaftar atas abuse-contact@publicdomainregistry.

Situs tersebut juuga tercatat hanya didaftarkan untuk jangka waktu satu tahun saja hingga 22 September 2019. Kemudian, informasi tool “Whois” merupakan sebuah alat yang dapat di akses untuk mendapatkan informasi mengenai pengelola sebuah domain situs.

Tool ini juga dapat diakses melalui situs whois.com yang kemudian mengharuskan para penggunanya untuk memasukkan nama situs yang di inginkan. Nantinya situs tool ini akan memunculkan informasi mulai dari nama domain, tanggal situs ini dibuat serta tanggal kadaluarsa, dan nomor telepon yang terdaftar. Melalui tool inilah bisa diketahui apakah sebuah situs dijalankan oleh pemilik resminya atau tidak.

Didalam situs tersebut Sandiaga Uno sebagai peserta pemilihan presiden (Pilpres) disebut memiliki skandal yakni berhubungan dengan sejumlah perempuan lain.

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengajukan pemblokiran situs skandal yang menjerat calon wakil presiden 2019 yakni Sandiaga Uno.

PLT Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdianandus Setu mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan pemblokiran Internet Service Provider (ISP).

“Sudah kami ajukan pemblokiran ke ISP sejak pukul 10.30,” jelas Kepala Biro Humas Kemenkominfo tersebut pada Selasa (25/9/2018).

Didalam tampilan situs tersebut, Sandiaga Uno dituding berselingkuh dengan sejumlah perempuan. Salah satu wanita yang diklaim menjadi selingkuhan yakni sosok wanita yang sering menyambangi Balai Kota DKI Jakarta saat Sandiaga Uno masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Polda Metro Jaya yang mengetahui hal ini mengaku telah meminta Kominfo untuk memblokir situs yang bernama Skandal Sandiaga tersebut. Lalu, Penyidik Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pun telah melakukan penyelidikan soal situs tersebut.

“Kita sudah komunikasi dengan Kemenkominfo untuk memblokir situs tersebut,” tandasnya saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/9/2018).

Meskipun sudah diajukan sejak pagi tadi, situs itu masih bisa diakes oleh berbagai pengguna internet pada pukul 14.05 WIB yang diakses baik melalui jaringan WiFi maupun Seluler.

Sejauh ini Kominfo juga telah melakukan koordinasi dengan 38 penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir situs skandal ini. Saat ini baru ISP Telkomsel yang memblokir situs tersebut dari tenggat waktu yang diberikan kominfo yakni Rabu (26/9/2018) pukul 10.00 WIB.

Disisi lain Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta aparat berwenang untuk segera menutup situs fitnah yang menyerang pasangan calon wakil presiden ini.

“TKN Jokowi-Ma’ruf meminta situs-situs yang isisnya fitnah agar segera ditutup,” tandas anggita Guugus Informasi TKN Jokowi-Ma’ruf, Ridwan Habib di bilangan Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Ridwan juga menambahkan, situs-situs yang berisikan konten kampanyee hitam baik yang menyerang Prabowo, Sandiaga, Jokowi, maupun Ma’ruf harus segera ditutup oleh pihak berwenang dan pemerintah demi menjamin pemilu bersih dan damai.

Ia juga menekankan bahwa intruksi dari Presiden Jokowi kepada seluruh pendukung harus menjalankan kampanye yang damai dan sejuk. Tidak hanya melarang kampanye hitam berupa hoaks dan fitnah, Sekertaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto juga mengatakan bahwa pihaknya dilarang melakukan kampanye negative terhadap kandidat lain. (Rico/Gus Anto/Viwi Yusya/Thoriq/Izzul/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here