Tahun 2002 Megawati Menjual Indosat, Tahun 2014 Jokowi: Buy Back (Membeli Kembali) Indosat, Sekarang Mana Janjimu?

0
194
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Pada tahun 2002 di era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, salah satu perusahaan BUMN, PT Indosat, dilelang bebas ke pasaran. Setelah 17 tahun berlalu, tepatnya saat debat calon presiden 2014, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan niatnya untuk membeli kembali (Buy Back) Indosat yang sempat dijual Megawati.

Menurut Jokowi, Indosat adalah perusahaan strategis yang mayoritas sahamnya sebaiknya dimiliki kembali oleh pemerintah Indonesia. Indosat dinilai strategis karena memiliki satelit sendiri.

Setelah resmi menjadi presiden, apakah niat tersebut bakal diimplementasikan? Menteri BUMN Rini Soemarno tak banyak bicara soal rencana Presiden Jokowi tersebut.

“Iya nanti ya, saya pelajari dulu,” singkat Rini sambil melempar senyum tipis di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (27/10/2014).

Sekadar untuk diketahui bahwa Jokowi menyampaikan ada klausul dalam penjualan Indosat yang menyebutkan Indonesia suatu saat bisa membeli lagi saham Indosat yang saat ini dikuasai Singapura.

“Indosat dijual saat itu tahun 98, itu kita krisis berat. Pada saat itu Ibu Megawati jadi presiden, kondisi ekonomi masih belum baik, waktu Indosat kita jual. Kita harus melihat ada klausul apa, klausulnya kita bisa ambil kembali, hanya saja sampai sekarang belum bisa kita beli kembali. Ke depan harus kita buy back kembali, ke depan pertumbuhan ekonomi 7 persen,” ujar Jokowi, Juni 2014 lalu.

Pemerintah melalui Kementerian BUMN pun akhirnya diminta untuk merealisasikan janji Presiden Joko Widodo yang akan membeli kembali (buy back) saham PT Indosat.

“Jangan hanya janji. Ketika kampanye, gencar berorasi hendak buy back Indosat. Kami menunggu aksi pemerintah (Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan),” kata anggota Komisi XI DPR Willgo Zainar di sela Rapat Kerja Komisi XI dengan Menteri BUMN dan Menteri Keuangan, di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Rabu (28/1/2015) malam.

Sejak dijual pada tahun 2002 dan kemudian tahun 2014 dijanjikan untuk dibeli kembali ke Indoesia oleh Jokowi, sekarang pada tahun 2018 ini kondisi Indosat belum juga kembali ke Indonesia, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menerukan pengembalian Indosat ke Indonesia.

Ini juga merupakan janji Presiden Joko Widodo saat berkampanye pada 2014 lalu. Janji ini utang dan hingga 2018 belum ada tanda-tanda pengembalian Indosat ke tangan Indonesia.

Menurut Fadli, menjual Indosat sama saja menjual kedaulatan negara. Saat ini Indosat dikuasai perusahaan Qatar. Butuh diplomasi yang memadai untuk mengembalikan Indosat ke Tanah Air.

“Pengembalian Indosat harus ditanyakan kepada Presiden. Ini salah satu janjinya pada 2014. Sekarang 2018 belum ada tanda-tanda Indosat akan kembali ke Indonesia,” ungkap Fadli usai menerima delegasi Relawan Warga Nasional di ruang kerjanya, komplek DPR, Senayan, Kamis 27 September 2018.

Relawan ini menyampaikan aspirasinya kepada Fadli agar ada strategi pengembalian Indosat. Peran perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi ini sangat strategis, karena ada satelit yang beroperasi di wilayah udara Indonesia. Presiden Jokowi harus mempertanggungjawabkan janjinya.

“Indosat sangat strategis. Tidak mungkin janji diabaikan lalu tidak kita tagih. Ini utang. Bagi kami sebaiknya Indosat dikembalikan. Waktu dilepas dulu itu, jadi kebijakan yang kurang tepat dan merugikan. Sekarang sudah berada di tangan Qatar. Saya belum tahu bagaimana approach dari pemerintah. Jangan-jangan malah enggak ada apa-apa. Harus ada negosiasi dan diplomasi,” papar Fadli.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here