Lima Belas Menterinya Jadi Timses Jokowi, Jubir Prabowo: Etika Politik Petahana Rendah

0
125
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Tim Kampanye Nasional (TKN) memiliki alasan di balik banyaknya jumlah pelaksana kampanye tingkat nasional pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa jumlah itu menunjukkan ciri gotong royong tim kampanyenya. Sebab, ia mengatakan, mereka tidak dimodali oleh perorangan, tetapi hasil dari kekuatan gotong royong.

“Itu enggak cukup,” kata Hasto.

“Tapi itulah ciri gotong royong kami. Kami bukan kekuatan yang dimodali oleh orang per orang karena capresnya atau cawapresnya, tapi kami kekuatan gotong royong di mana partisipasi warga itu menjadi ciri yang utama dari kampanye Pak Jokowi dan Ma’ruf,” kata Hasto, Jumat (28/9/2018).

Sebagaimana diketahui bahwa dalam daftar juru kampanye Jokowi-Ma’ruf tercatat 15 menteri serta kepala lembaga negara.

Menteri-menteri yang menjadi bagian tim kampanye Jokowi-Ma’ruf di antaranya Wiranto (Menko Polhukam), Puan Maharani (Menko PMK), Tjahjo Kumolo (Mendagri), Yasonna Laoly (Menkumham), Agus Gumiwang (Mensos), Eko Putro Sandjojo (Menteri Desa dan PDTT), Budi Karya Sumadi (Menhub), serta Hanif Dhakiri (Menaker).

Ada juga nama Imam Nahrawi (Menpora), AAGN Puspayoga (Menteri Koperasi dan UKM), Sofyan Djalil (Menteri Agraria dan Tata Ruang), Siti Nurbaya (Menteri LHK), Syafruddin (Menteri PAN-RB), serta Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR). Nama pejabat terakhir yang masuk tim kampanye Jokowi-Ma’ruf adalah Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Banyaknya jumlah tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin mendapat tanggapan. Tanggapan berasal dari kubu penantang Jokowi, yakni Dahnil Anar Simanjuntak.

Koordinator Juru Bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai bahwa koalisi pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin memiliki etika politik yang rendah.

Hal itu ia sampaikan merespons 15 menteri Kabinet Kerja yang masuk dalam struktur Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Bagi saya, masuknya 15 Menteri kabinet kerja menjadi timses, membuktikan rendahnya etika politik petahana,” ujar Dahnil, Jumat (28/9/2018).

“Saya kira para menteri yang menjadi timses tersebut perlu belajar dari sikap Pak Mahfud MD yang menolak menjadi Timses karena merasa tak elok karena beliau masih menjabat BPIP, atau bisa juga meneladani etika Pak Din Syamsudin yang mundur,” kata Dahnil.

Ia menegaskan, pasangan Prabowo-Sandiaga berkomitmen tidak melibatkan para kepala daerah yang berasal dari kader partai pengusung sebagai bagian dari tim kampanye.

“Mereka hanya diminta untuk bekerja maksimal untuk pelayanan dan pembangunan dan tidak perlu terbebani dengan kampanye Prabowo-Sandiaga,” kata dia.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, sebelumnya memastikan, masuknya sejumlah menteri Kabinet Kerja dalam tim kampanye nasional tak akan mengganggu mereka dalam melaksanakan tugasnya.

“Kami sudah banyak pengalaman terkait hal tersebut. Dengan demikian pejabat negara yang memang berdasarkan undang-Undang tidak boleh gunakan fasilitas negara,” ujar Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018).

“Kecuali presiden fungsi protokolernya melekat didalam diri presiden, tapi beliau selalu untuk berkampanye pada hari libur,” lanjut Hasto.

Pada kesempatan ini, ia kembali menegaskan bahwa timnya tak akan menggunakan kampanye negatif.

“Kita tidak akan menggunakan negative campaign, tidak akan menggunakan fasilitas-fasilitas negara. Terhadap program keberhasilan Pak Jokowi wajar kalau hal tersebut kami sosialisasikan,” jelas Hasto.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here