Proyek Tol Padang-Pekanbaru Mangkrak: Pencitraan Terlalu Awal

0
143
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Pemerintahan Presiden Jokowi mengalokasikan dana Rp 420,5 triliun untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur pada tahun depan. Rencananya dana itu akan dipakai untuk membangun 667 kilometer ruas jalan nasional baru, 905 kilometer jalan tol, 48 unit bendungan, dan 162 ribu hektare jaringan irigasi.

“Kita akan melakukan berbagai terobosan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Tanah Air, melalui skema pembiayaan pembangunan infrastruktur di luar APBN dengan melibatkan pihak swasta,” kata Jokowi dalam  Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2019 di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu program yang terus digenjot pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sepanjang 2017, Presiden Jokowi sedikitnya sudah meresmikan sebanyak 9 jalan tol. Di antara jalan tol yang diresmikan itu, ada beberapa yang sudah mangkrak pengerjaannya hingga bertahun-tahun.

Salah satu jalan tol yang mangkrak adalah jalan tol Padang-Pekanbaru.

Proyek Tol Padang-Pekanbaru yang baru dimulai pekerjaannya tak luput dari kritik Wakil Ketua DPR, Fadli Zon.

Lewat akun Twitter pribadinya, @fadlizon, politisi Gerindra itu menyebut bahwa pekerjaan proyek tersebut mangkrak.

“Meninjau pmbgn tol “mangkrak” Padang-Pekanbaru 244 km. Stlh 10 bln baru 200-300m sj. Pdhal groundbreaking oleh Presiden,” demikian tulis Fadli, Sabtu (29/9/2018).

Sejak cuitan itu dibagikan, sudah 1.200 orang mere-tweet dan 693 orang memberikan komentar

Lebih lanjut, Fadli mengatakan bahwa mangkraknya pembangunan tol Padang-Pekanbaru ini menunjukkan bahwa dalam sisi perencanaan tidak dihitung dengan matang, baik dari sisi teknis maupun anggaran.

“Dari sisi teknis, misalnya, mestinya lahan-lahan ini dibebaskan atau ada perencanaan kerja sama dengan masyarakat, dengan adat, dengan Ninik Mamak, gitu ya. Tetapi, sampai sekarang kita lihat lahan ini tidak ada kemajuan,” ucap Fadli Zon, Sabtu (29/9/2018).

Dikatakan Fadli, dari sisi anggaran, proyek ini seharusnya direncanakan dengan baik agar pembangunannya tidak terkatung-katung.

“Jangan sampai presiden datang hanya membuka, hanya untuk melakukan groundbreaking, tetapi habis itu selesai,” tambah Fadli.

Dikatakan Fadli bahwa hampir 8 bulan proyek tol Padang-Pekanbaru berhenti. Hal ini menunjukkan tidak ada perencanaan yang matang dari pemerintah untuk melakukan pembangunan infrastruktur.

“Akhirnya bisa dikatakan hanya pencitaraan. Ada beberapa yang lain yang jalan, tetapi ini salah satu contoh yang tidak jalan, itu yang saya lihat sekarang ini di dalam proses pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru,” tandas Fadli.

Fadli berfoto di proyek Tol Padang-Pekanbaru. Menurut Fadli, tol Padang-Pekanbaru sepanjang 244 kilometer. Namun yang dikerjakan baru sekitar 200 -300 meter saja.

“Penampakan #tolmangkrak” sdh 10 bln di Padang. Tak ada pekerjaan apa pun. Pdhl yg resmikan P @jokowi nih 9 Feb 2018. Pencitraan terlalu dini,” cuit Fadli di akun Twitter pribadinya.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here