BPJS Kesehatan Raih 9 Penghargaan ISSA

0
44
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan meraih sembilan penghargaan dari International Social Security Association (ISSA) di Kuala Lumpur (2/10/2018). Indonesia menjadi satu-satunya yang meraih 9 penghargaan, di acara yang dihadiri lebih dari 40 negara kawasan Asia Pasifik tersebut.

Penghargaan ISSA Good Practice Award yang diselenggarakan oleh asosiasi lembaga jaminan sosial internasional dengan anggota 158 negera ini diberikan tiga tahun sekali untuk masing-masing kawasan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris mengatakan, penghargaan ini menjadi penyemangat kerja seluruh jajaran. Katanya juga, semangat dan hasil kerja jajaran menentukan keberlanjutan program bagi seluruh warga Indonesia.

“Raihan penghargaan ini memacu kami, BPJS Kesehatan beserta seluruh jajaran untuk terus bekerja lebih keras menjaga program JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) tetap sustain bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris di Kuala Lumpur (2/10/2018).

Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden ISSA Breuer Joachim kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, pada acara International Social Security Association Regional Forum tingkat Asia Pasifik yang diselenggarakan di Kuala Lumpur.

Berikut daftar penghargaan BPJS Kesehatan:

1. Sertifikat Penghargaan Dengan Penawaran Khusus:
a) Penerapan manajemen risiko terintegrasi sejalan dengan Pedoman ISSA untuk mengelola program Jaminan Kesehatan Kesehatan Nasional.
b) Melibatkan masyarakat untuk peduli tentang perawatan kesehatan sosial melalui Program Kader JKN.
c) Mobile JKN: Solusi satu atap untuk layanan kesehatan jaminan sosial di ujung jari orang.

2. Sertifikat Kelebihan :
a) Kapitasi berbasis komitmend sebagai model Indonesia untuk sistem pembayaran berbasis kinerja untuk penyedia layanan primer: Menyelesaikan tantangan penerapan Skema KBK dalam Program Jaminan Sosial Kesehatan Nasional Indonesia.
b) Indeks Waktu Layanan Pelanggan dan Sistem Terpadu Suara Pelanggan CSTI-SUPEL)
c) DEFRADA (Deteksi Potensi Penipuan dengan Analisa Data Claim) Pengembangan alat deteksi penipuan dalam layanan rumah sakit.
d) Kemudahan pendaftaran untuk Jaminan Sosial Kesehatan Nasional melalui Jalur Cepat.
e) Sistem Informasi Fasilitas Kesehatan (HFIS) untuk akuntabilitas kontrak yang lebih baik dan sistem rujukan yang lebih efektif.
f) Melaksanakan verifikasi rumah sakit klaim digital di Jaminan Kesehatan Kesehatan Nasional di Indonesia.
3. Pengesahan:
a) Mengoptimalkan prinsip gotong royong melalui tagihan keluarga dalam Dana Asuransi Kesehatan Sosial.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here