Hati-hati, Bahaya Operasi Sedot Lemak pada Lansia

0
220
Foto : Covesia

Jakarta, namalonews.com – Memasuki usia lanjut, biasanya kondisi kulit tak sekencang dulu lagi di saat masih muda. Tak heran, jika sebagian lansia  memutuskan untuk melakukan operasi plastik agar kulit wajah terlihat tidak keriput.

Informasi The International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) pada 2015, terdapat sekitar 5-6 orang di Indonesia datang setiap minggunya untuk melakukan operasi plastik. Beberapa diantaranya ada juga dilakukan oleh para lansia yang melakukan sedot lemak.

Mereka memilih tindakan tersebut untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal secara instan atau menghilangkan lemak di wajah. Di usianya yang terbilang tak lagi muda, para lansia terbilang berani mengambil risiko melakukan sedot lemak.

Di balik kemudahan mendapatkan bentuk tubuh atau wajah yang diidam-idamkan, ternyata operasi sedot lemak memiliki resiko tersembunyi apabila dilakukan lansia. Berikut ini efek samping yang dapat terjadi jika lansia melakukan sedot lemak

Foto : Covesia

Operasi plastik, baik dilakukan oleh yang berusia muda maupun lansia, akan mengakibatkan peradangan. Umumnya akan terjadi peradangan  di sekitar tubuh selama 5-7 hari pertama disertai dengan nyeri dan perubahan warna kulit.

Bahaya kedua adalah terjadinya kerusakan struktur kulit dan penyembuhan luka yang lama. Kulit yang bergelambir akan ditarik untuk dikencangkan, namun karena faktor usia, kulit yang ditarik belum tentu memiliki permukaan yang halus, bisa saja berbenjol-benjol.

Selain itu, dalam prosedur sedot lemak ada obat-obatan yang digunakan. Seperti obat bius, antibiotik, obat antinyeri, hingga obat-obatan lain yang membantu proses sedot lemak.

Obat-obatan tersebut tentunya memiliki efek samping dan dapat memengaruhi kerja organ lain seperti hati dan ginjal, karena pada usia lanjut, kerja organ tubuh tidak sebaik waktu muda.

Bahkan bisa juga terkena risiko terlepasnya lemak ke dalam pembuluh darah juga dapat menyebabkan penyumbatan ke paru-paru atau otak yang bisa menyebabkan sesak napas yang berujung pada kematian.

Dibandingkan orang dengan usia yang lebih muda, lansia berisiko mengalami waktu pemulihan yang lebih panjang. Sehingga, lebam-lebam, dan efek lainnya dapat dirasakan lebih lama.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here