Film ‘Nyai’ Karya Garin Nugroho Tidak Beredar di Bioskop Reguler

0
110
Foto : Istimewa

Jakarta, namalonews.com – Sebuah fllm yang digarap sutradara kondang Garin Nugroho berjudul Nyai (dirilis 2016) tampaknya memang bukan untuk konsumsi masyarakat penonton bioskop regular.

Dalam keterangannya,Selasa (9/10/2018), Garin mengatakan film’ Nyai’ hanya diputar di komunitas-komunitas saja dan melengkapinya dengan rangkaian ‘master class’.

“Nyai layak untuk ditonton sebabai pengantar sejarah film Indonesia,” demikian ungkap sineas asal Yogyakarta ini.

Film ‘Nyai’ mengangkat awal sejarah perfilman Indonesia. Kisahnya tentang kehidupan Nyai yang diadaptasi dari sejumlah novel, seperti Nyai Isah (1904) karya F. Wiggers, Seitang Koening (1906) karya R.M. Tirto Adhisoerjo, Boenga Roos dari Tjikembang (1927) karya Kwee Tek Hoay, Nyai Dasima (1960) karya S.M Ardan, serta Bumi Manusia (1980) karya Pramoedya Ananta Toer.

Film ‘Nyai’ yang berdurasi 87 menit ini mengangkat cerita tentang sosok perempuan pribumi yang menikah dengan laki-laki Belanda di masa colonial dulu. Ada aspek sejarah industrialisasi awal abad 20 dan transformasi sastra dan teater ke film serta keterkaitannya dengan politik kolonial.

Karya Garin ini merupakan film dengan satu take, satu shot dan real time. Dengan formula tersebut, Nyai terasa sebuah teater yang melibatkan para pemain-pemain kenamaan.

“Ini eksperimen baru saya yang saya buat di tahun yang sama dengan film Setan Jawa (2016),” ujar Garin.

Sebelumnya film ‘Nyai’ ini tayang perdana di Busan International Film Festival (2016). Kemudian di Torino International Film Festival (2016), Singapore International Film Festival (2016), Rotterdam International Film Festival (2017), dan Goteborg International Film Festival (2017).

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here