Kominfo Blokir Facebook Grup Gay yang Melibatkan Pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Garut

0
180
Ilustrasi : Geotimes

Jakarta, namalonews.com – Kemunculan grup gay di Kabupaten Garut, Jawa Barat, belakangan ini meramaikan media sosial (facebook). Bahkan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga sudah mengetahui keberadaan grup yang anggotanya para pelajar SMP dan SMA ini.

Hingga awal Oktober 2018 ini Kominfo juga sudah melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 890 ribu website yang melanggar undang-undang, dengan 80 persen di antaranya merupakan website pornografi.

Aktivitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Facebook tersebut juga sudah membuat polisi untuk turun tangan menyelidiki. Apalagi anggota grup gay Garut itu terindikasi sudah mencapai sekitar 2 ribuan akun.

Berikut pernyataan lengkap Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI Ferdinandus Setu dalam rilis pers, Rabu (10/10/2018).

Pendapat Kemkominfo atas munculnya group LGBT di Media Sosial Facebook beberapa hari ini:

1. Sampai Rabu (10/10), Kementerian Kominfo belum menerima surat pemberitahuaan dari KPAI mengenai keberadaan group-group tersebut.

2. Meski demikian, dalam 2 (dua) hari ini (Selasa dan Rabu) Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif Ditjen Aplikasi Informatika Kemkominfo RI telah melakukan analisis atas konten pada group Facebook yang diduga mengandung muatan LGBT tersebut.

3. Pada prinsipnya, Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif Kemkominfo RI akan melakukan tindakan blokir atau pemutusan akses jika konten-konten pada group FB tersebut mengandung muatan pornografi.

4. Kategori pornografi mengacu pada UU No 44 Tahun 2008 adalah konten yang secara eksplisit memuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; kekerasan seksual; masturbasi atau onani; ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; alat kelamin; atau pornografi anak.

5. Subdit Pengendalian Konten Internet Kemkominfo RI juga tengah berusaha berkoordinasi dgn Polres Garut mengenai kasus ini, jangan sampai jika group FB diblokir oleh Kemkominfo malah justru menghambat proses penyelidikan atau penyidikan yang sedang dilakukan oleh Polres Garut.

6. Hingga awal Oktober 2018 ini, Kementerian Kominfo telah melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 890 ribu website yang melanggar undang-undang, 80 persen di antaranya adalah website pornografi.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here