Pembatalan Kenaikan Premium Jangan Dikaitkan dengan Pilpres

0
27
Foto : Setkab

Jakarta, namalonews.com – Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko-Widodo Ma’ruf Amin, Mukhamad Misbakhun menyebutkan, pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium jangan dikaitkan dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Menurutnya, penundaan itu lebih disebabkan karena pemerintah telah menganggap kenaikan mata uang dolar dan kenaikan harga minyak saat ini masih bisa dikelola, sehingga tidak perlu ada kenaikan harga BBM.

“Ini juga menunjukkan komitmen politik ekonomi Bapak Presiden Jokowi untuk memastikan bahwa semua harga kebutuhan pokok rakyat tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat,” ujar Misbakhun dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10/2018).

Politikus Partai Golkar ini merujuk pada hasil survei, elektablitas Jokowi dianggap masih yang kuat sebagai calon presiden pilihan rakyat.  Dengan demikian, menurutnya, isu kenaikan harga BBM yang kemudian dibatalkan tidak akan memengaruhi elektabilitas calon petahana tersebut.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kenaikan harga BBM Premium dibahas ulang. Hal tersebut terkait ucapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat konferensi pers, di Bali, Rabu (10/10/2018) yang menyatakan kenaikan harga BBM premium sebesar 7%.

Namun Presiden menolak rencana kenaikkan BBM tersebut. Dengan demikian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sebelumnya diumumkan akan naik menjadi Rp7.000/liter untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900 per liter dibatalkan.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here