Bupati Bekasi Ditangkap KPK Terkait Proyek Meikarta

0
132
Foto : IndependensI

Jakarta, namalonews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi. Demikian menurut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/10/2018).

Penangkapan Neneng ini terkait dugaan tindak pidana korupsi pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Sebelumnya KPK telah lebih dulu melakukan OTT terhadap 10 orang sebagai penerima dan pemberi suap.

“Untuk Bupati sedang dijemput dan akan dibawa ke KPK,” kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan sembilan orang sebagai tersangka yang diduga pemberi dan penerima suap. Para pejabat Pemkab Bekasi selaku pihak penerima yang ditetapkan sebagai tersangka yakni:

1. Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin,
2. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin,
3. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Najor,
4. Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan
5. Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

Sementara itu, tersangka yang diduga pemberi uang di antaranya Billy Sindoro (Direktur Operasional Lippo Group), Taryadi (konsultan Lippo Group), Fitra Djaja Purnama (konsultan Lippo Group), dan Henry Jasmen (pegawai Lippo Group).

Diungkapkan bahwa commitment fee suap dari pihak Meikarta ini sejumlah Rp 13 miliar. Namun realisasi pemberian suap yang sudah diberikan baru sekitar Rp 7 miliar.

KPK juga mengungkap kasus suap pemberian izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi ini menggunakan sandi-sandi berupa nama artis untuk menyamarkan para pejabat Pemkab Bekasi. Nama-nama samaran untuk para pejabat itu antara lain ‘melvin’, ‘tina toon’, ‘windu’, dan ‘penyanyi’.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here