Benda Ikonik Milik Stephen Hawking Dilelang

0
162
Foto : biography.com

Jakarta, namalonews.com – Benda-benda ikonik milik ilmuwan Stephen Hawking menurut laporan Daily Mail, Senin (22/10/2018), akan dilelang. Barang-barang tersebut diantaranya adalah kursi roda yang dipakai hingga akhirnya hayatnya. Selain itu ada juga paper ilmiah hasil pemikirannya.

Penjualan online diumumkan oleh juru lelang Christie. Menampilkan 22 item dari Hawking yang terdiri atas thesis tentang asal-usul universe, beberapa awards, dan paper ilmiah seperti ‘Spectrum of Wormholes’ dan ‘Fundamental Breakdown of Physics in Gravitational Collapse.’

Menurut Head of Christie Book and Manuscripts Department Thomas Venning, paper tersebut melacak perkembangan pemikirannya.

“Anda bisa melihat setiap kemajuan saat ia memproduksinya dan memperkenalkannya ke komunitas ilmiah,” ungkap Venning.

Selain paper tersebut ada juga thesis yang dilelang. Thesis tersebut mencakup satu dari lima salinan yang ada dari Hawking’s 1965 Cambridge University Ph.D. thesis, ‘Properties of Expanding Universes.

Venning mengatakan, thesis yang ditandatangani Hawking dalam tulisan tangan ini merupakan dokumen kunci dalam evolusi ilmiah fisikawan.

Selain dokumen ilmiah, benda Hawking yang dilelang adalah kursi roda. Barang berteknologi canggih tersebut masuk dalam pelelangan dengan perkiraan harga 13.000 dolar AS hingga 19.500 dolar AS.

Hasil penjualan barang Hawking ini rencananya akan diberikan kepada dua badan amal, Stephen Hawking Foundation dan Motor Neurone Disease Association.

Meninggalnya ilmuwan Stephen Hawking membuat dunia berduka. Hawking menghembuskan nafas terakhir di rumahnya di Cambridge pada 14 Maret 2018 dalam usia 76 tahun. Semasa hidupnya, Hawking memecahkan berbagai misteri di dunia, menulis buku, serta muncul di berbagai acara televisi.

Hawking didiagnosa menderita penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS) tepat saat dia tiba di Cambridge untuk memulai belajar Ph.D. Dia melepaskan pelajarannya untuk sementara waktu karena sangat putus asa.

Penyakit itu akhirnya membuat Hawking hampir benar-benar lumpuh. Dia berkomunikasi melalui komputer yang menghasilkan suara dan pindah dalam serangkaian kursi roda berteknologi canggih

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here