Pro-Kontra Gestur Pegawai KAI Menunduk Saat Kereta Berangkat

0
211
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Gestur menunduk saat kereta berangkat yang merupakan bentuk penghormatan pegawai PT KAI menuai pro dan kontra. Setiap kereta hendak berangkat dari stasiun, sejumlah porter dan pegawai KAI yang bertugas berdiri menghadap gerbong kereta yang akan berangkat, mereka meletakkan tangannya di dada. Setelahnya ketika kereta mulai beranjak, mereka menundukkan kepala hingga kereta benar-benar meninggalkan stasiun.

Di twitter, gestur ini ramai diperbincangkan, ada yang menganggap gestur tersebut berlebihan, ada yang mengapresiasi, ada juga yang mengusulkan agar gestur itu diganti.

Edy Kuswoyo, Senior Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, mengatakan gestur itu awalnya memang diterapkan di Daop 1. Sejak masa angkutan Lebaran 2018, kebiasaan itu lalu diterapkan di wilayah lain.

“Itu sebuah bentuk penghormatan dan terima kasih dari PT KAI kepada pengguna jasa kereta api, Kalau dianggap perbudakan, nggak setara, nggak benar seperti itu ” kata Edy, Senin (22/10/2018).

Edy juga menjelaskan, gestur tersebut tidak hanya dilakukan porter. Direksi, komisaris, hingga dirinya juga melakukan gestur penghormatan itu. “Semua pegawai, kepala daop, komisaris, direksi memberikan penghormatan kepada penumpang. Bukan hanya porter saja,” ucap Edy.

Ada usulan agar gestur menunduk itu diganti jadi melambaikan tangan atau tersenyum. Edy menegaskan hingga saat ini pihaknya tetap melakukan gestur menunduk sebagai bentuk penghormatan.

Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here