Aturan Baru SBMPTN 2019, Ikut Tes Dulu Baru Pilih PTN

0
269
Foto : Kemenristekdikti

Jakarta, namalonews.com – Dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, Senin (22/10/2018) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menetapkan kebijakan baru terkait Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebutkan terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang dilakukan peserta sebelum mendaftar ke PTN.

“Kalau tahun sebelumnya peserta daftar dulu baru tes, maka ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilai tersebut dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri,” ungkap Nasir.

“Jika kurang puas dengan hasil tes pertama, maka peserta boleh ikut tes lagi hingga 2 kali,” jelasnya.

Mohammad Nasir menambahkan, bahwa SBMPTN 2019 hanya menggunakan satu metode tes.

“Jalur SBMPTN 2019 menggunakan satu metode tes, yaitu UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Tidak ada lagi tes yang menggunakan kertas,” kata Menteri Nasir.

Panitia penerimaan mahasiswa baru juga diganti. Pelaksanaannya tidak lagi oleh panitia seleksi, melainkan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi atau LTMPT.

Ketua Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (SNPMB PTN), Ravik menjelaskan UTBK akan dilakukan sebanyak 24 kali dalam setahun.

“Kami akan menyelenggarakan UTBK selama 24 kali dalam setahun, dalam waktu 12 hari yakni Sabtu dan Minggu,” ujar Ravik.

“Pelaksanaan SBMPTN akan dilaksanakan bulan Maret 2019 dan akan serentak dimulai pukul 08.00 sampai pukul 13.00. Mereka yang bisa mendaftar dibatasi hingga tiga angkatan, lulus minimal pada 2019 dan maksimal 2017,” jelasnya.

Selain SBMPTN, Ada dua jalur lain untuk bisa diterima di kampus negeri, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Mandiri.

Di antara tiga jalur itu, SBMPTN mendapat kuota tertinggi, minimal 40 persen. Seleksi Mandiri dengan kuota minimal 30 persen, dan terakhir SNMPTN atau jalur rapot maksimal 20 persen. 10 persen sisanya bisa dialokasikan ke jalur lain oleh PTN masing masing kecuali untuk Ujian Mandiri.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here