Maksud Jokowi Politik Sontoloyo Menjelang Pilpres 2019

0
39
Foto : Time

Jakarta, namalonews.com – Dalam sebuah acara pembagian sertifikat tanah di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi  mengatakan masyarakat harus hati-hati, banyak politik yang baik-baik, tapi juga banyak sekali politik yang sontoloyo.

Dalam acara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut hadir. Acara penyerahan sertifikat ini dihadiri sekitar 5 ribu penerima warga Jakarta Selatan dari 18 kelurahan.

Politik sontoloyo ini kemudian banyak diapresiasi oleh para politikus. Jokowi pun kemudian menjelaskan maksud pernyataannya mengenai politik sontoloyo. Politik sontoloyo, kata Jokowi, merupakan cara berpolitik yang tidak sehat yang banyak dilakukan menjelang Pilpres 2019.

” Segala jurus dipakai untuk mendapat simpati rakyat. Tapi yang nggak baik sering menyerang lawan-lawan politik dengan cara-cara tidak beradab, tidak beretika, tidak ada tata keramanya, itu yang nggak sehat seperti itu,” ungkap Jokowi kepada wartawan di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (24/10/2018).

Jokowi lantas mengingatkan, saat ini bukan lagi era jamannya berkampanye dengan memecah belah. Para politikus sebaiknya berkampanye dengan mengedepankan adu gagasan dan prestasi.

“Kalau masih pakai cara-cara lama seperti itu masih poltik kebencian, politik adu domba, pecah belah, itu namanya politik sontoloyo,” imbuh Jokowi yang menyampaikan pesan dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI, bukan capres.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here