Sosok Jamal Khasoggi : Suaranya Dibungkam Selamanya

0
171
Foto : The Daily Beast

Jakarta, namalonews.com – Peristiwa hilangnya Jamal Khashoggi, wartawan Arab Saudi yang menjadi kontributor dan kolumnis Washington Post, menyita perhatian masyarakat dunia.  Khashoggi dikabarkan terakhir kali terlihat mendatangi konsulat Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober 2018. Namun, setelah itu keberadaannya tak pernah diketahui.

Dikutip dari BBC.com, Senin (22/10/2018), pejabat Turki dan Amerika Serikat (AS) percaya Khasoggi dibunuh oleh tim agen Arab Saudi di dalam gedung kedubes. Tudingan tersebut berdasarkan bukti yang ditemukan, berupa rekaman audio berisi suara menyeramkan seperti seseorang yang sedang dibunuh.

Pria berumur 59 tahun ini memulai kariernya sebagai wartawan di Arab Saudi setelah lulus dari sebuah universitas Amerika di tahun 1985. Di dunia internasional, ia dikenal atas kontribusinya untuk koran Saudi, Al Watan, sehingga bisa menjadi ‘ruang’ bagi kalangan progresif di Saudi.

Sebagai wartawan dia banyak menulis tentang milisi berhaluan Islam yang pergi ke Afghanistan untuk melawan invasi Soviet. Khashoggi juga pernah mewawancarai Osmaa bin Ladden semasa hidupnya.

Selama beberapa tahun Khashoggi dekat dengan keluarga kerajaan Saudi dan juga melayani sebagai penasihat pemerintah. Namun, Khashoggi kemudian memiliki perbedaan pendapat dengan pemerintah Saudi dan memutuskan pergi ke AS.

Foto : Stockholm Center for Freedom

Di AS, Khashoggi menulis kolom bulanan di Washington Post dan pernah mengkritik kebijakan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman.Dalam beberapa artikel yang dibuatnya, Khashoggi mengatakan takut ditangkap oleh Muhammad bin Salman karena berbeda pemahaman.

Selain melalui artikel, Khasoggi juga mengungkapkan pandangan-pandangnya lewat akun Twitternya yang sangat populer dengan lebih 1,6 juta pengikut.

“Orang-orang yang ditangkap bahkan mereka bukan pemberontak. Mereka (orang yang ditangkap) hanya memiliki pemikiran yang berbeda,” ucap Jamal Khashoggi kepada BBC tiga hari sebelum dirinya menghilang.

Sebelum menghilang Khasoggi mengunjungi kedubes Saudi di Istanbul, Jumat (28/9/2018), untuk mengurus dokumen berisi pernyataan dia telah menceraikan mantan istrinya, sehingga dia bisa menikahi tunangannya di Turki. Kemudian Khasoggi diminta untuk kembali mengurus dokumen itu pada Selasa, (2/10/2018).

Di kunjungan keduanya, Khasoggi ditemani kekasihnya Hatice Cengiz yang diminta untuk menunggu di luar. Namun lebih dari 10 jam dia di luar kedubes, tidak ada tanda-tanda Khashoggi keluar dari gedung kedubes, alias menghilang.

Ia kemudian kembali keesokan paginya namun belum juga ada sosok Khashoggi keluar dari gedung kedubes. Pada Sabtu, (20/10/2018), televisi negara melaporkan bahwa wartawan itu sebenarnya telah meninggal di kedubes setelah perkelahian.

Pejabat Saudi mengatakan kepada kantor berita Reuters, Khashoggi telah meninggal karena percekcokan yang berbuntut perkelahian dengan pihak Arab Saudi yang memintanya untuk kembali ke Saudi.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here