Nantinya Halte Transjakarta akan Terintegrasi dengan MRT

0
137
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Agung Wicaksono, Direktur Utama PT Transjakarta mengatakan nantinya akan ada empat halte transjakarta yang dirancang terintegrasi dengan moda raya terpadu (MRT).

“Ada empat titik, pertama Lebak Bulus, kedua CSW koridor 13 kita dengan Halte Sisingamangaraja, Dukuh Atas yang disebut Pak Gub ada TOD, dan Bundaran HI. Empat titik itu sebagai prioritas,” kata Agung di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (09/11/2018).

Halte Bundaran HI dan Dukuh Atas yang berada di dekat stasiun MRT dengan nama yang sama, merupakan bagian dari Koridor 1 Blok M-Kota. Koridor ini dilintasi sekitar 26 rute bus.

Sementara Halte CSW yang berada di jalan layang Koridor 13, hanya dilintasi bus-bus dari Ciledug ke Tendean, Pancoran Barat, Ragunan, Kuningan, Tosari, dan Blok M.

Halte Transjakarta Lebak Bulus yang berada di samping Dipo Lebak Bulus yang menjadi ujung operasional MRT. Halte ini dilewati bus Koridor 8 Lebak Bulus-Harmoni. Selain itu ada pula bus yang mengarah ke Senen, Ciputat, dan Kampung Rambutan.

Agung menjelaskan, halte Lebak Bulus menjadi halte yang penting karena halte dan terminalnya akan jadi awal dan akhir perjalanan. Karena itu pihaknya akan menambah bus yang melewati Lebak Bulus.

Yang paling penting memang Lebak Bulus, sudah ada beberapa rute tapi kita akan duduk bersama MRT untuk petakan lagi titik-titik mana yang MRT butuhkan untuk didukung dan juga berdasarkan data yang kita miliki penumpang itu akan banyak datang dari area mana,” kata Agung.

Agung juga mengatakan integrasi dan perluasan rute Transjakarta menjadi penting karena akan mempengaruhi ketertumpangan MRT. “MRT akan bisa survive, akan bisa punya penumpang kalau angkutan-angkutan ke stasiun MRT itu ada,” sambungnya.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here