KPK Resmikan Pusat Edukasi Antikorupsi

0
113
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Dalam upaya menggencarkan upaya pencegahan korupsi sejak dini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka secara resmi Pusat Edukasi Antikorupsi atau Anti-Corruption Learning Center (ACLC), Senin (26/11/2018) pagi.

Pusat Edukasi Antikorupsi ini menempati gedung lama KPK yang berada di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Peresmian dihadiri lima komisioner KPK, yaitu Agus Rahardjo, Alexander Marwata, Basaria Pandjaitan, Saut Situmorang, dan La Ode Muhamad Syarif. Hadir pula perwakilan Duta Besar dan lembaga antikorupsi dari berbagai negara.

Dalam kata sambutannya, Agus Rahardjo menyebutkan, ada alasan tersendiri mengapa kantor lama KPK dijadikan sebagai Pusat Edukasi Antikorupsi. Gedung ini menjadi saksi sejarah atas kiprah KPK selama ini.

“Gedung ini adalah gedung yang ikut memunculkan, menjaga nama baik KPK. Dalam waktu yang sama berikutnya kita melihat banyak perjuangan yang terjadi di gedung ini, pasang surutnya KPK terjadi di gedung ini,” papar Agus.

Melalui peresmian ini, Agus juga mengajak segenap elemen bangsa dan komunitas internasional untuk memberantas korupsi melalui pendidikan antikorupsi.

“Supaya bisa memahami aturan dan memahami langkah-langkah untuk mencegah terjadinya korupsi,” ujarnya.

Pusat Edukasi Antikorupsi atau ACLC dibentuk pada 2011 atas kerja sama KPK dengan lembaga donor Jerman Deutsche Gesellschaft fuer Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Sejak 2015, secara bertahap Pusat Edukasi Antikorupsi mulai beroperasi dengan menyusun materi-materi antikorupsi dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran, termasuk dengan metode pembelajaran jarak jauh atau e-learning.  Saat ini terdapat 30 orang trainer internal yang akan terus bertambah jumlahnya.

Pada 2016-2017, Pusat Edukasi Antikorupsi telah mendorong pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) melalui bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Melalui proses sertifikasi, telah dihasilkan 256 Penyuluh Antikorupsi (PAK) serta 47 Ahli Pembangun Integritas (API).

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here