Atasi Kemacetan, Jalur Puncak Bogor Diperlebar

0
228
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan konstruksi pelebaran jalur Puncak Bogor, Jawa Barat, mulai dari Gadog (Ciawi) hingga Megamendung-Cisarua.

Pelebaran jalan ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dari Jakarta menuju kawasan Puncak dan sebaliknya yang terjadi pada akhir pekan atau liburan panjang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa pelebaran jalur puncak merupakan bagian dari penataan kawasan Puncak bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor yang diikuti dengan pemindahan pedagang kaki lima ke tempat yang lebih layak dan aman.

“Penataan kawasan puncak juga merupakan salah satu upaya jangka panjang mengurangi risiko terjadinya longsor pada jalur puncak akibat adanya perubahan pemanfaatan ruang, curah hujan tinggi, dan kondisi topografi.” Ujar Basuki, Senin (26/11/2018).

Foto : kementerian pupr

Setelah pelebaran jalan selesai, para pedagang kaki lima (PKL) akan dipindahkan ke lokasi yang lebih layak dan aman.

Menurut, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI, Direktorat Jenderal Bina Marga, Hari Suko Setiono, pelebaran jalan tersebut dilakukan di beberapa titik yang dimanfaatkan oleh para PKL untuk berjualan dan mendirikan bangunan liar

Nantinya, disiapkan rest area seluas 5 hektar di dekat kawasan Agrowisata Gunung Mas, Cisarua, sebagai lokasi baru bagi para PKL untuk berdagang.

Selain melakukan pelebaran jalur Puncak, pembangunan duplikasi Jembatan Gadog yang berada di Kecamatan Ciawi, Puncak Bogor, Provinsi Jawa Barat juga dilakukan. Pembangunan duplikasi jembatan tersebut diharapkan akan memb

antu mengurai kemacetan dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak dan sebaliknya.

Untuk diketahui, pembiayaan proyek pelebaran jalan Ciawi-Puncak sepanjang 5 kilometer dan pembangunan rest area Gunung Mas menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan nilai kontrak Rp 73 miliar.

Penataan ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi risiko longsor di jalur Puncak akibat perubahan pemanfaatan ruang, curah hujan tinggi, dan kondisi topografi.

Proyek ini dimulai pada awal November 2018 yang dikerjakan oleh kontraktor PT Anten Asri Perkasa dan ditargetkan akan selesai pada 2019.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here