Sari Roti Didenda Rp. 2,8 Miliar, Karena Dinyatakan Melanggar UU Monopoli Oleh KPPU

0
32
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memutuskan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), bersalah karena telat melapor aksi korporasinya yang telah mengakuisisi saham mayoritas PT Prima Top Boga. KPPU memberikan hukuman kepada produsen Sari Roti itu untuk membayar denda senilai Rp 2,8 miliar.

“Menyatakan bahwa Terlapor (Nippon Indosari) terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 29 UU 5/1999 juncto pasal 6 PP 57/2010,” kata Ketua Majelis Komisi Ukay Karyadi membacakan amar putusan, Senin (26/11/2018) di Ruang Sidang KPPU.

Dalam pasal 29 UU 5/1999 tertulis tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat disebutkan bahwa notifikasi merger paling lambat dalam 30 hari setelah akuisisi terjadi.

Sementara dalam penjelasannya dalam sidang, Anggota Majelis Guntur Putra Saragih menyebutkan, akuisisi Prima sah terjadi pada 9 Februari 2018. Namun, Nippon baru melaporkan akuisisi Prima pada 29 Maret 2018.

“Pada 7 Maret 2018, Komisi telah mengingatkan terlapor (Nippon) untuk melaporkan akuisisinya terhadap PT Prima Top Boga selamat-lambatnya pada 23 Maret 2018,” jelasnya.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here