Akhir Desember 2018 Uang Kertas Ini Tak Berlaku Lagi

0
185
Foto: Shutterstock

Jakarta, namalonews.com – Berdasarkan peraturan Bank Indonesia (BI) Nomor 10/33/PBI/2018 yang mengatur tentang pencabutan dan penarikan peredaran uang kertas pecahan, mulai 31 Desember 2018, BI akan menarik peredaran 4 pecahan uang kertas. Informasi ini juga disampaikan BI melalui akun resmi Instagram @bank_indonesia.

Adapun uang kertas pecahan tersebut adalah Rp10.000 tahun emisi 1998. Uang ini di bagian belakangnya bergambar Segara Anak di Gunung Rinjani. Kemudian uang pecahan Rp20.000 tahun emisi 1998 bergambar Ki Hajar Dewantara.

Kemudian juga uang pecahan Rp50.000 tahun emisi 1999 bergambar pencipta lagu Indonesia Raya Wage Rudolf Supratman. Terakhir uang yang akan tidak berlaku lagi di tahun ini adalah uang Rp100.000 tahun emisi 1999. Uang ini bergambar Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia Soekarno-Hatta dengan gambar belakang Gedung Musyawarah Perwakilan Rakyat (MPR).

Sekedar informasi, hingga tanggal 30 Desember 2018, uang ini masih dapat ditukarkan di BI. Jadi, untuk masyarakat yang masih memiliki uang pecahan yang dimaksud masih mempunyai kesempatan untuk menukarkannya.

Berdasarkan informasi dari Peraturan BI Nomor 10/33/PBI2008, disebutkan bahwa setelah 31 Desember 2018, masyarakat tidak dapat menuntut untuk melakukan penukaran uang kertas yang disebutkan di atas.

Sebagaimana bunyi Peraturan BI Pasal 4 sebagai berikut: Hak untuk menuntut penukaran uang kertas yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal pencabutan atau tanggal 31 Desember 2018.

Penulis  : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here