Tahun Depan Qatar Resmi Keluar dari OPEC

0
32
Foto : Al-Arabiya

Jakarta, namalonews.com – Mulai awal Januari 2019, Qatar memutuskan untuk keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Menurut Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi,Senin (3/12/2018), Qatar keluar dari OPEC karena ingin fokus meningkatkan produksi gas alam.

Seperti dilansir AFP, Saad al-Kaabi mengatakan keputusan ini tidak ada kaitannya dengan boikot politik dan ekonomi yang telah berlangsung selama 18 bulan oleh Arab Saudi. Ia menjelaskan, keputusan keluar dari OPEC untuk meningkatkan strategi jangka panjang dan kedudukan Qatar di kancah global.

“Qatar telah memutuskan untuk mundur dari keanggotaan OPEC efektif Januari 2019 dan keputusan ini sudah dikomunikasikan dengan OPEC pagi ini,” ungkap Kaabi dalam konferensi pers di Doha.

Kaabi mengatakan, Qatar akan terus memproduksi minyak dan mencari kesepakatan dengan produsen minyak lainnya, termasuk Brazil, produsen minyak terbesar Amerika Latin.

Qatar bergabung dengan OPEC sejak 1961. Negara ini juga merupakan salah satu eksportir utama liquified natural gas (LNG) alias gas alam cair. Qatar menyediakan 30 persen pasokan kebutuhan LNG dunia.

Selama satu setengah tahun belakangan ini, Qatar terkena sanksi embargo ekonomi oleh sejumlah negara tetangganya, termasuk pimpinan de facto OPEC, Arab Saudi. Untuk merespon embargo tersebut, Qatar kemudian menggenjot produksi gas buminya.

Qatar merdeka pada 1971 dan tak lama kemudian menemukan salah satu cadangan gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, nomor tiga setelah Rusia dan Iran. Dengan cadangan LNG mencapai 900 triliun kaki kubik, Qatar menjadi eksportir LNG terbesar di dunia.

Penerimaan dari minyak dan gas membuat pendapatan per kapita rata-rata negara ini mencapai lebih dari US$100.000, jauh melampaui Amerika Serikat atau Inggris.

Penulis  : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here