NH Dini Mengalami Kecelakaan Usai Terapi Akupuntur

0
25
Foto 1 : DailyWuz

Jakarta, namalonews.com – Berita duka datang dari NH Dini, sastrawan yang wafat akibat kecelakaan saat berada di dalam mobil yang melintas di Tol Tembalang Semarang, Jawa Tengah, Selasa (4/12/2018) sekitar pukul 11.15 WIB.

Saat melintas di jalan tol tersebut ada sebuah truk di depan mobil yang ditumpangi NH Dini mengalami masalah mesin hingga berjalam mundur. Akibatnya truk tersebut  mengenai mobil NH Dini.

NH Dini dan sopir Avanza mengalami luka dan segera dibawa ke RS Elisabeth. Namun nyawa NH Dini tidak tertolong.  Jenazah sudah dibawa ke Wisma Lansia Harapan Asri dan besok (hari Rabu) akan dikremasi di Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Sebelum kecelakaan almarhumah baru saja menjalankan terapi akupuntur di Kota Semarang. Novelis senior itu memiliki memang kebiasaan akupuntur untuk kesehatan. Hal ini dibenarkan oleh keponakan NH Dini, Paulus saat ditemui di kamar jenazah RS Elisabeth Semarang.

Foto 2 : pintaram.com

Menurut Paulus, wanita yang disebutnya Eyang Bibi ini tinggal di Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Semarang.

“Beliau sangat mandiri dan bukan orang yang suka ngrepotin orang lain. Dia memilih menjual asetnya untuk tinggal di panti jompo,” ungkap Paulus.

Sebelum menjadi novelis, NH Dini diketahui menikah dengan seorang pria berkebangsaan Prancis atau diplomat bernama Yves Coffin. Keduanya menikah di Jepang pada 1956.

Sebagai seorang istri diplomat, perempuan kelahiran 29 Februari 1936 itu harus mengikuti tempat tinggal suaminya. NH Dini selalu berpindah-pindah mulai dari Jepang, Kamboja, Prancis, Filipina hingga Amerika Serikat. Sebelum bercerai di tahun 1984, mereka telah dikaruniai dua orang anak, Pierre-Louis Padang Coffin dan Maire-Claire Lintang Coffin.

Dalam dunia sastra, NH Dini telah melahirkan beberapa judul novel, diantaranya Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975), Namaku Hiroko (1977), Keberangkatan (1977), Sebuah Lorong di Kotaku (1978), Padang Ilalang di Belakang Rumah (1979), Langit dan Bumi Sahabat Kami (1979), Sekayu (1981), Pertemuan Dua Hati (1986), dan Dari Parangakik ke Kampuchea (2003).

Penulis  : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here