BNPB Perkirakan Tinggi Gelombang Tsunami di Selat Sunda Mencapai 5 Meter

0
199
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut tinggi gelombang tsunami Selat Sunda yang menyapu pesisir Kabupaten Pandeglang pada 22 Desember lalu bervariasi.

“Tinggi tsunami berdasarkan informasi lapangan, baik dari masyarakat maupun petugas dan sebagainya bervariasi. Ada yang mengatakan 2 meter (Sutopo menunjuk wilayah bagian utara Banten-red) ada juga yang mengatakan di daerah sekitar Sumur, Tanjung Lesung, Cigeulis, ada yang mengatakan lebih dari 5 meter,” kata Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jakarta, Selasa (25/12/2018).

Sutopo menceritakan informasi yang masuk soal tinggi tsunami di wilayah Carita. Di pantai itu, informasi yang masuk tinggi gelombang mencapai 2-2,5 meter.

“Ini di Carita, apalagi di selatan yang meliputi Kecamatan Tanjung Lesung, Kecamatan Cigeulis, Kecamatan Cigaliung, Kecamatan Cimangguh, Kecamatan Sumur tingginya seperti ini (2-2,5 meter, red) itu lah yang bisa menjelaskan mengapa bangunan-bangunan di sepanjang pantai itu, hotel dan vila di sana dalam kondisi diterjang, rata dengan tanah. Kalau hanya 30 cm, kurang dari 1 meter, dampaknya tidak seperti ini,” ujar Sutopo.

Tsunami di Selat Sunda terjadi pada Sabtu malam (22/12/2018). Bencana ini berdampak pada pesisir barat Banten serta Lampung Selatan.

Dalam rilis BNPB per tanggal 25 Desember pukul 13.00, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 429 jiwa. Selain itu 1.485 orang menjadi korban luka-luka, 154 masih hilang, dan 16.082 jiwa mengungsi. Data ini masih ada kemungkinan berubah mengingat pendataan masih terus dilakukan.

Foto : © Merdeka.com/Arie Basuki

Data kerugian materiil terkait tsunami Selat Sunda juga terus bertambah.

“Ada 882 rumah rusak, 73 penginapan rusak dan 60 warung rusak. 434 perahu dan kapal rusak, 24 kendaraan roda 4 rusak, 41 kendaraan roda 2 rusak, 1 dermaga rusak, dan 1 shelter rusak,” imbuh Sutopo.

Sutopo mengatakan, daerah pesisir di Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang paling banyak jumlah korban dan kerusakannya dibandingkan daerah lain.

Daerah pesisir di sepanjang pantai dari Pantai Carita, Pantai Panimbang, Pantai Teluk Lada, Sumur, dan Tanjung Lesung banyak mengalami kerusakan.

Sebanyak 10 kecamatan di Pandeglang terdampak dari terjangan tsunami. Korban paling banyak ditemukan di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.

Untuk evakuasi dikerahkan alat berat 7 unit excavator, 12 unit dump truck, 2 unit loader. Dalam mobilisasi ke lokasi bencana 1 unit excavator, 1 dozer, 1 loader, 1 grader, 2 tronton, dan 4 dump truck. “Panjang dan luasnya daerah terdampak masih diperlukan tambahan alat berat dan personil untuk membantu evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban,” kata Sutopo.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here