Akreditasi Rumah Sakit Terhambat Karena Mahalnya Biaya

0
112
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Persoalan biaya menjadi kendala rumah sakit untuk memperoleh akreditasi. Akibatnya beberapa rumah sakit harus berhadapan dengan persoalan kontrak kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Direktur Utama Rumah Sakit Islam Karawang, Agus M Sukandar mengakui jika hambatan utama dalam mendapatkan akreditasi rumah sakit adalah persoalan biaya. Beberapa persiapan yang harus dilakukan diantaranya adalah tahapan bimbingan, survei simulasi dan, survei langsung.

“Kalau tahun 2012 kami sudah akreditasi. Karena aturan baru lagi, kami mesti akreditasi lagi. Kalau dahulu itu kan cuma ada lima pelayanan,” kata Agus, Selasa (8/1/2018).

Agus juga mengakui biaya yang harus disiapkan oleh rumah sakit yang paling mahal adalah opersional alat kesehatan, lantaran harus sesuai dengan akreditasi.

“Mesti ada alat-alat medis yang harus disiapkan. Misalnya lagi kayak ruang sterilisasi itu juga mesti disiapkan. Persiapan ini yang mahal. Tetapi kami yakin mampu mengejarnya, karena saat ini sudah masuk dalam tahapan akreditasi,” katanya.

Agus mengatakan, saat ini BPJS Kesehatan sendiri masih memiliki tunggakan kepada pihak rumah sakit untuk pembayaran di Bulan Oktober dan November 2018. “Sekitar Rp 2 miliar,” katanya.

Diketahui, ada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.

Permenkes tersebut menjelaskan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS di tahun 2019 harus sudah atau diwajibkan memiliki sertifikat akreditasi.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here