BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan Rp 9,65 Miliar Untuk 23 Pekerja Korban Tsunami Selat Sunda

0
91
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan santunan untuk pekerja BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia akibat tsunami di Selat Sunda, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, Banten, Rabu (9/1/2019).

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarif mengatakan ada sebanyak 23 orang dengan total pembayaran Rp 9,65 miliar telah disalurkan, yang terdiri atas santunan kematian, bantuan pemakaman, santunan berkala, santunan beasiswa dan tabungan JHT

“Bencana tsunami yang mengakibatkan 439 orang meninggal dunia itu, 23 korban diantaranya adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan yang saat kejadian itu sedang menjalankan tugas sebagai karyawan sehingga berhak menerima santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun,” kata Khrisna.

Untuk perawatan dan pengobatan akibat kecelakaan kerja ini diberikan tanpa adanya batasan plafon biaya pengobatan. Adanya fasilitas di PLKK ini sebagai jaminan pengobatan dan perawatan akan dilakukan sampai pasien dinyatakan sembuh.

“Agar selalu dipastikan, bahwa sesuai PP 44/2015, selama pekerja tidak dapat bekerja akibat suatu kejadian kecelakaan, maka BPJS Ketenagakerjaan menjamin upah pekerja tetap diterima oleh pekerja sebagai suatu penghasilan,“ ujarnya.

Secara nasional, jumlah total pengajuan klaim BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 24,05 triliun. Khusus untuk kasus kecelakaan kerja, sepanjang tahun 2018 tercatat sebanyak 173 ribu pengajuan klaim dengan nilai klaim Rp 1,22 triliun.

“Saya berharap santunan yang kami sampaikan ini dapat mengurangi beban ahli waris serta dapat dijadikan modal awal untuk menata kembali kehidupan pasca musibah yang menimpa,” ujar Khrisna.

Korban yang mendapatkan santunan diberikan secara simbolis diterima oleh ahli warisnya adalah Agus Dwi Parsetyo, karyawan Banten West Java TDC dengan total santunan yang diterima Rp193,84 juta, Teti Susilawati (karyawan Banten West Java) menerima Rp136,4 juta, Ahmada Aep Saefullah (karyawan Himalaya Nabeya Indonesia) menerima Rp24 juta dan Ocang (karyawan Tanjung Lesung Leasure Inds) menerima Rp141,69 juta.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here