Melintas Tanpa Izin, Pesawat Ethiopian Airlines Dipaksa Turun Oleh TNI AU di Batam

0
183
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Dua pesawat tempur F-16 TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru, Riau, memaksa turun pesawat asing Ethiopian Airlines yang mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/01/2019).

Danskadron 16 Lanud Rsn Pekanbaru Letkol Pnb Bambang Apriyanto mengatakan, pesawat asing tersebut dipaksa turun karena melintas di wilayah udara NKRI tanpa izin.

“Pesawat yang kami force down ini jenis Boeing B777 yang dioperasikan oleh maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor registrasi ET-AVN,” ungkap Bambang, Senin (14/01/2019).

Menurut Bambang, Pesawat asing tersebut melintasi wilayah kedaulatan udara yuridiksi Indonesia tanpa dilengkapi dengan Flight Clearance (FC).

Bambang menjelaskan, proses force down pesawat asing itu memakan waktu lebih kurang 20 menit karena ada sedikit kendala ruang udara Indonesia yang dikendalikan Singapura.

“Juga tidak ada perlawanan. Mereka mematuhi instruksi dari pilot F-16,” tambah Bambang.

Foto : Dokumen TNI AU

Dia menjelaskan, pesawat Ethiopian Airlines berangkat dari Addis Ababa, ibukota Ethiopia, dengan tujuan Hong Kong.

Namun, pesawat asing tersebut memasuki wilayah udara Indonesia tanpa bisa menyebutkan izin atau FC setelah dihubungi oleh otoritas navigasi udara Indonesia (AirNav) melalui komunikasi radio.

Kemudian, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) segera memerintahkan dua pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16 Lanud Rsn Pekanbaru terbang untuk melakukan identifikasi visual dan penyergapan terhadap pesawat tersebut.

“Dua pilot kami, Kapten Pnb Barika dan Kapten Pnb Nehemia Anang, yang melakukan force down,” ujar Bambang.

Setelah berhasil dipaksa mendarat  pesawat Ethiopian Air, kedua pesawat tempur kembali ke Lanud Rsn Pekanbaru. Dia menambahkan, setelah dilaksanakan proses penyidikan oleh PPNS yg bekerja sama dengan pihak TNI AU di Lanud RHF (Raja Haji Fisabilillah), baru nanti akan dilaksanakan penindakan sesuai undang-undang dan bisa berupa denda.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here