Antara 1979 – 2017, Es Antartika Mencair Enam Kali Lebih Cepat

0
74
Foto : istimewa

Jakarta, namalonews.com – Berita buruk datang dari Benua Antartika. Suhu disana ternyata terus meningkat yang mengakibatkan gunung es mencair enam kali lebih cepat sejak tahun 1979 – 2017. Hal tersebut membuat permukaan laut global naik hingga lebih dari setengah inci setiap tahunnya.

Informasi ini berdasarkan kesimpulan hasil studi para peneliti yang dilansir laman Sciance Daily, Senin (14/1/2019). Antartika di kutub utara memiliki tujuh kali lebih banyak daratan es daripada semua sumber di dunia.

Menurut Pimpiman Peneliti dari UCI, AS, Eric Rignot, yang mencair hanya puncak gunung es. Saat lapisan es terus mencair, permukaan laut dari Antartika akan meningkat dalam beberapa abad mendatang.

Dalam penelitiannya, Rignot dan tim telah memeriksa foto-foto yang diambil pesawat riset NASA dan data satelit dari beberapa lembaga. Mereka menemukan pada kurun 1979-1990, Antartika kehilangan rata-rata 40 miliar ton es per tahun.

Sedangkan pada periode 2009 – 2017, angka ini melonjak drastis menjadi 252 miliar ton. Faktanya, tingkat pencairan es pada periode 2001 dan 2017 adalah 280 persen lebih tinggi daripada kurun 1979 dan 2001.

Foto : istimewa

Dalam penelitian tersebut menunjukkan bagaimana wilayah Antartika Timur mengalami tren paling parah. Rignot mengatakan kawasan ini menyimpan lebih banyak es dibandingkan kawasan Antartika Barat dan Semenanjung Antartika.

Sementara itu, kawasan gunung es yang posisinya berdekatan dengan laut bersuhu lebih hangat cenderung mengalami dampak lebih buruk.

“Pemanasan global dan penipisan ozon membawa lebih banyak suhu panas ke daerah tersebut, mereka akan berkontribusi pada kenaikan permukaan laut di Antartika dalam beberapa dekade mendatang,” jelas Rignot kepada Newsweek (14/1/2019).

Penelitian itu menyimpulkan bahwa hujan salju di kawasan Antartika kini tak lagi berimbas. Padahal dahulu, para ilmuwan percaya hujan salju di wilayah tersebut bisa memperlambat pencairan es dan menghambat kenaikan permukaan laut.

Penulis  : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here