Walau Pakai Ban Tubeless, Pengguna Motor Harus Waspada dengan Ranjau Paku

0
855
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Perilaku aman berkendara tidak hanya cara berkendara yang baik atau memakai perlengkapan keamanan, tapi pemotor pun harus tetap waspada terhadap segala potensi bahaya yang ada di jalan raya.

Salah satu masalah yang sering ditemukan di jalan raya adalah ranjau paku. Bila ban terkena paku, ban tidak hanya kempis, bahkan dalam beberapa kejadian, struktur ban rusak dan tidak bisa ditambal lagi.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ganet Sukoco mengatakan, ban motor yang bocor di tengah jalan raya berpotensi menimbulkan kecelakaan atau tindakan kriminal.

“Terutama pengguna kendaraan roda dua pada saat mengalami kebocoran ban di jalan, itu bisa mengundang pelaku kejahatan,” ujar Sukoco, di sela-sela kegiatan kampanye Millenial Road Safety Riding With IML, di Tomang, Jakarta Barat, Kamis (24/1/2019).

Salah satu cara agar ban motor tetap tidak bocor saat terkena paku adalah dengan menggunakan cairan anti-bocor. Cairan ini dapat digunakan pada ban tipe tubeless. Cara kerjanya, saat ban terkena paku atau benda tajam lain, cairan anti-bocor yang ada di dalam ban akan menutup lubang tersebut secara otomatis saat paku dicabut.

Kampanye Millenial Road Safety Riding ini turut menggandeng PT Tetsan sebagai produsen cairan anti ban bocor, merek IML.

Director PT Tetsan, Philip Buulolo mengatakan, cairan anti-ban bocor ini merupakan perpaduan produk lokal dengan teknologi dari Jepang dan Korea.

“PT Tetsan salah satu pabrik yang memproduksi banyak jenis sparepart mobil dan motor di Indonesia, salah satunya adalah cairan anti ban bocor merek IML sejak empat tahun yang lalu,” ujar Director PT Tetsan, Philip Buulolo.

“Dalam cairan ini terdapat teknologi tubeless seperti lem berteknologi yang ketika terkena paku atau benda tajam, cairan akan menambal secara otomatis dengan cepat secara permanen,” kata Philip.

Cara memasukkan cairan anti ban bocor ke dalam ban tubeless, dengan mengempiskan ban terlebih dahulu.

“Ban harus dikempiskan terlebih dulu. Setelah angin dipastikan habis, cairan dalam botol dikocok terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke ban melalui pentil. Selanjutnya, ban dapat diisi angin kembali dengan tekan angin ban standar,” pungkas Philip.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here