LinkAja Layanan Dompet Digital Milik BUMN Menantang Go-Pay dan OVO

0
715
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – PT. Telekomunikasi Indonesia membuat anak perusahaan baru yaitu PT. Finteck Karya Nusantara (Finarya) melalui PT. Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Fintech ini akan menjadi induk dan pengelola layanan dompet digital dan milik BUMN yang diberi nama LinkAja.

LinkAja akan menggabungkan produk T-cash dari Telkomsel, Yap! milik BNI, e-Cash milik Bank Mandiri dan T-bank dari Bank BRI. Untuk tahap awal, Telkomsel telah mengalihkan T-cash ke Finarya dan bertransformasi menjadi LinkAja.

“LinkAja merupakan sebuah layanan keuangan elektronik yang merupakan sinergi layanan keuangan elektronik dari berbagi Bank Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar manajemen T-cash dikutip dari laman resmi, Senin (4/2/2019).

Perubahan T-Cash menjadi LinkAja merupakan pengenalan awal dompet digital bersama BUMN dan jadi produk utama untuk dompet digital. Tidak ada lagi produk dompet digital bank BUMN. Semua akan dilebur ke T-Cash yang bertransformasi menjadi LinkAja. LinkAja rencananya diluncurkan 1 Maret 2019.

Dibentuknya Finarya sebagai layanan dompet digital BUMN sudah direncanakan sejak kuartal ke-3 Tahun 2018. Fintech ini disiapkan untuk menghadapi Go-Pay dan OVO yang tumbuh pesat kurang dari lima tahun dan membuat produk dompet digital BUMN kurang diminati masyarakat.

Dengan penggabungan tersebut diharapkan BUMN dapat lebih bersaing secara maksimal dengan OVO dan Go-Pay. Saat ini pelanggan T-Cash sebanyak 30 juta pelanggan sementara pelanggan Telkomsel mencapai 200 juta orang. Bank BUMN juga rata-rata memiliki jumlah nasabah di atas 10 juta orang.

LinkAja diputuskan untuk dibawah fintech Finarya karena apabila produk tersebut dibawah perbankan akan sulit untuk bersaing karena, harus comply dengan berbagai aturan regulator. Berbeda dengan Go-Pay dan OVO yang dengan cepat menyesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya.

Karena di bawah fintech, produk LinkAja akan menjadi lebih mudah untuk berinovasi tetapi tetap memiliki keamanan dan perlindungan nasabah karena ada bank BUMN yang mengawasi dengan ketat.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here