Puncak Himalaya Akan Menjadi Bebatuan Gundul Dalam Waktu Kurang dari Seabad

0
629
Foto : Ist

Jakarta, namalonews.com – Akibat dari pemasan global yang berlangsung terlalu lama, beberapa pula di wilayah kutub dan juga Pegunungan Himalaya mencair lebih cepat dari perkiraan semula.

Bahkan hasil studi ilmuwan yang diumumkan Senin (4/2/2019) mengungkap fakta bahwa dua per tiga es atau gletser di Himalaya diprediksi akan mencair pada 2100 jika emisi global tak berkurang.

“Pemanasan global berada di jalur untuk mengubah puncak gunung yang dingin dan tertutup es, melintasi 8 negara, menjadi bebatuan gundul dalam waktu kurang dari seabad,” kata Philippus Wester, dari ICIMOD, dalam pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Selasa (5/2/2019).

Dari kandungan esnya, Himalaya juga disebut-sebut sebagai kutub ke-3 dunia, setelah Utara dan Selatan.

Berdasarkan Hindu Kush Himalaya (HKH) Assessment, sekalipun target ambisius Perjanjian Paris yang mengamanatkan pembatasan pemanasan global menjadi 1,5 derajat Celsius tercapai, hal itu tak cukup mampu untuk menanggulangi mencairnya gunung es Himalaya.

Foto : Ist

Menurut catatan, gunung es di wilayah HKH merupakan sumber air bagi sekitar 250 juta penduduk di sekitar pegunungan. Tak hanya itu, gunung es di sana juga mengaliri sungai yang dimanfaatkan oleh 1,65 miliar penduduk di berbagai negara.

Air es dari HKH tersebut mengalir ke 10 sungai paling penting di dunia, termasuk Gangga, Indus, Kuning, Mekong, dan Irrawaddy, baik secara langsung atau tidak, memasok kebutuhan dan menghasilkan pendapatan bagi miliaran orang.

Dampak yang dirasakan manusia dari mencairnya gunung es antara lain adalah polusi udara yang semakin parah hingga membuat cuaca lebih ekstrem.

Selain itu, ketersediaan air di sungai menurun yang pada akhirnya berdampak pada pasokan air bersih di perkotaan serta produksi makanan dan energi.

Laporan setebal 650 halaman itu dibuat selama 5 tahun dan diterbitkan oleh Pusat Internasional untuk Pengembangan Gunung Terpadu (ICIMOD) di Nepal. Lebih dari 350 peneliti dan pakar kebijakan, 185 organisasi, 210 penulis, 20 editor, dan 125 pengulas eksternal, terlibat dalam pembuatan laporan ini.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here