Ribuan Santri Kudus Gelar Aksi Bela Kiai Terkait Puisi Fadli Zon

0
180
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai (ASMAK) menggelar aksi bela kiai dan doa bersama di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jum’at (8/2/2019) terkait bentuk protes atas puisi Fadli Zon yang berjudul ‘Doa Yang Ditukar’.

Dalam puisi tersebut, Fadli Zon dianggap menghina ulama Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimun Zubair atau Mbah Moen. Dalam aksi tersebut, ribuan santri mengusung sejumlah poster yang bernada kecaman terhadap sikap Fadli Zon yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Juru Bicara dan Koordinator Aliansi Membela Kiai (ASMAK) M Syaroni mengatakan, jika ada politisi menghina kyai, sama saja dengan menghina santri. Bantahan Fadli bahwa ia tidak bermaksud menghina mbah Moen, merupakan bentuk ketakutan sekaligus ingin lepas dari tanggung jawab.

“Walaupun politisi tersebut sudah memberikan penjelasan, bahkan saking takutnya kemudian memposting foto bersama, bahwa yang dimaksud dalam puisi Mbah Moen, bukanlah syaikhona, namun publik dan santri pada khususnya bukanlah orang bodoh dan ber-IQ rendah tidak bisa membaca kiai siapa yang dituju,”ujar Syaroni.

Foto : ANTARA Foto/Yusuf Nugroho

Menurutnya, kiai merupakan panutan bagi masyarakat khususnya para santri. Dengan kealimannya dan sikap tawadlu yang diperlihatkan, mencerminkan tingginya ilmu seorang kiai.

“Entah mungkin politisi tersebut tidak pernah mengaji ‘al adab fauqa al ilm’ yang selama ini menjadi pedoman dasar bagi seorang santri ketika menimba ilmu di pesantren,” kata Syaroni.

“Fadli Zon seharusnya mengedepankan etika atau adab dalam berpolitik, jika memang semua tujuan politik ini adalah demi membangun bangsa Indonesia lebih baik, lebih maju dan lebih beradab. Bukan kemudian memainkan akrobat politik yang mengkesampingkan akhlak, etika, adab ataupun prilaku yang mana hal tersebutlah yang membedakan bangsa ini dengan bangsa lain,” lanjutnya.

Syaroni berharap para politisi mampu memberikan pendidikan politik yang cerdas dan beradab kepada masyarakat. Agar benar-benar bangsa ini bersatu bukan membelah bangsa ini hanya demi sebuah kepentingan kekuasaan.

“Luka para santri tidak akan redam tanpa ada permintaan maaf dari politisi tersebut kepada syaikhona. Luka itu akan semakin lebar dan semakin dalam ketika Fadli Zon seolah tanpa dosa mencuitkan kata-kata yang selalu memperkeruh bangsa ini,” tegasnya.

Berikut isi puisi Fadli Zon yang berjudul ‘Doa yang Ditukar’ :

Foto : ist

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here