Ma’ruf Amin : “Saya Kan Orang 212, Kenapa Tidak Diundang ‘Munajat 212”

0
122
Foto : suratkabar.id

Jakarta, namalonews.com – Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif Ma’ruf Amin mempertanyakan alasan dirinya tidak diundang di acara ‘Munajat 212’ yang digelar di Monas pada 21 Februari lalu.

Ma’ruf Amin menilai Munajat 212 merupakan gerakan yang berbeda dengan kelahirannya. Sebab, lahirnya gerakan tersebut berawal dari fatwa yang dikeluarkan Ma’ruf 2017 silam. Gerakan 212 saat ini dinilai sebagai mesin politik oposisi.

“Saya ini kan pendorong 212 yang mengeluarkan fatwa lahirnya 212 kan dari fatwa saya. Saya kok enggak diundang. Berarti 212 yang kemarin malam itu 212 yang lain bukan yang sama dengan yang saya gerakan itu. Beda,” kata Ma’ruf di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2019).

“Kalau munajatnya enggak masalah, yang penting jangan jadi kendaraan politik. Dan jangan mempolitisasi MUI,” lanjutnya.

Pada Kamis, 21 Februari lalu, MUI DKI menyelenggarakan Munajat 212 di Monas. Tujuan awalnya hanya untuk berdoa. Namun, sejumlah tokoh politik oposisi hadir dan diduga menyelipkan muatan kampanye pasangan calon presiden nomor urut 02.

Ma’ruf menyerahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menilai apakah agenda tersebut masuk kampanye atau tidak. Menurutnya kalau ada yang menyebut calon presiden bisa diartikan sebagai kampanye.

“Nanti kita serahkan ke Bawaslu aja. Ada enggak politiknya di situ. Kalau ada politiknya ya berarti politik. Ada orasi politiknya, ada nyebut-nyebut calon presiden atau ga kalau ada berarti politik. Kalau tidak ya berarti murni,” kata Ma’ruf.

Sedangkan, menurut MUI DKI Jakarta acara dengan tajuk ‘Senandung Shalawat dan Zikir’ ini digelar pada tanggal ‘212’ lantaran untuk mencegah ada pihak yang memanfaatkan momentum tertentu berkaitan dengan tanggal acara. MUI DKI juga menyatakan acara ini tidak berkaitan dengan kepentingan politik tertentu.

“Satu sisi, posisi beliau kan cawapres, nanti khawatir kita ada nuansa politisnya, jadi memang sejak awal kami menghindari betul, kami ada nuansa politik maka kita tidak undang tokoh-tokoh politik,” ujar Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI DKI Jakarta Faiz Rafdhi, Minggu (24/2/2019).

Faiz juga menjelaskan memang dalam acara itu tidak mengundang MUI pusat. Sebab, dia menargetkan yang akan hadir adalah majelis taklim se-Jabodetabek saja.

“Jadi gini, itu karena memang gagasannya untuk ormas Islam se-DKI, jadi kita juga nggak undang pusat, bahkan ormas-ormas Islam pusat pun juga tidak diundang. Jadi MUI DKI dan majelis taklim se-jabodetabek,” jelasnya.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here