Tentukan Tarif MRT, Pemprov DKI Memperhitungkan Integrasi Antarmoda Transportasi

0
63
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, Pemprov DKI memperhitungkan adanya integrasi antarmoda transportasi sebagai salah satu pertimbangan untuk menentukan besaran tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

“Ketika kami membicarakan tarif, kemarin diskusinya bukan semata-mata soal MRT saja, tapi memperhitungkan ketika nanti sudah terintegrasi,” kata Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019).

Anies juga menyampaikan, masyarakat tidak bisa menggunakan MRT Jakarta sebagai alat transportasi tunggal untuk menjangkau tempat tujuan hingga kembali ke rumahnya. Sebab, MRT Jakarta Fase I baru melayani rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI).

“MRT sekarang baru melayani 16 kilometer. Di antara itu ada sambungannya dengan transjakarta, bus dalam kota, ada juga dengan angkutan-angkutan dari sekitarnya,” kata dia.

Pemprov DKI Jakarta akan menghubungkan semua moda transportasi umum di Jakarta. Anies menyebut integrasi itu bukan hanya soal tiket, tapi juga rute dan manajemen.

“Yang sekarang sedang dikerjakan di Jakarta adalah mengintegrasikan semua moda transportasi, kemudian integrasi itu ada unsur, satu rutenya terintegrasi, dua tiketnya terintegrasi, tiga manajemennya,” ucap Anies.

Sementara ini, rute dan tarif moda transportasi yang terintegrasi baru hanya angkot dengan bus transjakarta. Integrasi ini juga berada dalam payung program Jak Lingko.

Pemprov DKI Jakarta akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada DPRD DKI Jakarta sebelum mengumumkan tarif MRT Jakarta.  Konsultasi akan dilakukan pekan ini. Penentuan tarif MRT Jakarta perlu dibahas bersama DPRD DKI mengingat tarif itu akan disubsidi APBD DKI Jakarta.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here