Pertama di Indonesia, Pasar Alam Vida Terapkan Transaksi Pasar Non Tunai

0
310
Foto : MNews

Jakarta, namalonews.com – Pasar Alam Vida yang berlokasi di Jalan Alun alun Selatan Bumipala Vida, Bekasi, resmi terapkan transaksi pasar non tunai pertama di Indonesia.

Pasar Alam merupakan pasar modern yang menghadirkan produk-produk sehat, traceable. Seperti pasar pada umumnya, pasar ini menjual makanan, minuman, sayur-sayuran, dan daging. Hanya saja sangat diperhatikan untuk aspek lingkungannya.

“Ini menjadi pasar pertama dengan sistem non-tunai 100 persen. Produk pangannya organik dan sehat. Kami ingin menjadi pasar yang ramah lingkungan dan ramah manusia,” ujar Manajer Pasar Alam, Indri Guli di Bekasi, Senin (25/2/2019).

Pasar Alam mengenalkan sistem pembayaran cashless atau non tunai, dengan bekerja sama dengan layanan dompet virtual dari aplikasi GO-JEK yaitu GO-PAY. Jika pengunjung lupa mengisi atau kehabisan saldo GO-PAY sudah disediakan stand pengisian saldo di dalam area pasar. Sistem Cashless dilakukan untuk membiasakan masyarakat dengan teknologi.

Foto : MNews

VP Micro Merchant Development, GO-PAY, Dewi Rosa menyambut baik inisiatif yang dihadirkan oleh Pasar Alam Bekasi ini. Dewi juga mengapresiasi konsep Pasar Alam yang melibatkan para pelaku UMKM lokal di dalamnya.

“Kehadiran Pasar Alam akan sangat bermanfaat untuk bersama-sama kita mengedukasi masyarakat luas tentang manfaat transaksi nontunai, baik sebagai pengguna maupun pelaku usaha,” kata Dewi.

“Hal ini sejalan dengan komitmen GO-PAY untuk mendorong perekonomian Indonesia melalui pemberdayaan UMKM. Kolaborasi GO-PAY dengan Vida Bekasi ini merupakan salah satu bentuk kami dalam mengukuhkan komitmen tersebut. Saat ini, GO-PAY sendiri telah bekerja sama dengan 300.000 rekan usaha di mana 40% di antaranya adalah UMKM,” tambahnya.

Hal lain yang unik di Pasar Alam ini adalah pedagang tidak menyediakan kantong plastik, jika di pasar tradisional biasa kita menggunakan bungkus plastik untuk membawa belanjaan, tapi di Vida hal tersebut tidak diperbolehkan. Pengunjung diharuskan membawa kantong belanjaan sendiri, atau membelinya di salah satu kios di Pasar Alam yang menyediakan tas belanja dari kertas.

Di Pasar Alam juga tersedia Water Station, bagi pengunjung yang haus ketika masih berbelanja bisa mengisi ulang botol minumnya di water station tersebut.

“Kami ingin mencoba mengembalikkan pusat peradaban dahulu, sehingga kami membangun tempat peribadatan, ruang interaksi (alun-alun), dan ruang transaksi kami tempatkan secara berdekatan” ujar Robby selaku Humas Pasar Alam.

Selain menjadi pusat kebudayaan, Pasar Alam juga mengembangkan pasar ini untuk destinasi wisata baru yang unik. Masyarakat bisa belajar bercocok tanam tumbuhan organik dan hidroponik, serta mengolah tanah yang menghasilkan makanan sehat.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here