TKW Asal Ponorogo Banyak yang Memilih Jadi Janda

0
332
Ilustrasi.: nova.id.

Jakarta, namalonews.com – Banyaknya warga Ponorogo, Jawa Timur yang mengais rejeki ke negeri jiran memberikan dampak luar biasa. Di satu sisi pemerintah daerah diuntungkan dengan tingginya devisa yang masuk ke Ponorogo namun disisi lain dampak negatif dari banyaknya TKI di Ponorogo juga tidak terelakkan.

Salah satunya adalah tingginya angka perceraian yang terus meningkat dari tahun ke tahun.  Kasus perceraian di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dua tahun belakangan ini mengalami peningkatan. Selama 2018 dan di awal 2019 ini jumlah perceraian mencapai 2.107 kasus.

“Perceraian rata – rata didominasi para tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri. baik Hong Kong,Taiwan,Korea, Singapura, maupun Malaysia,” ungkap Kepala Pengadilan Agama Ponorogo, Asrofi.

Meskipun jumlah kasus perceraian terus meningkat, pihak pengadilan agama selama ini terus melakukan upaya mendamaikannya agar kedua belah pihak bisa rujuk kembali.

Namun hasilnya belum maksimal, pihak pengadilan agama hanya mampu mendamaikan sekitar 101 kasus, sedangkan sisanya berlanjut.

Meningkatnya angka perceraian di Ponorogo disebabkan oleh beberapa faktor. Di antarnya meliputi sengketa hati, tingkat pendidikan ilmu agama kurang dan faktor ekonomi. Sangat disayangkan dari total jumlah perceraian tersebut, 400 kasus diantaranya pihak istrilah yang menggugat suaminya.

Pihak Pengadilan Agama Ponorogo berharap kepada seluruh wanita berkeluarga yang mencari nafkah di luar negeri, agar tidak terjerumus dari pergaulan bebas di tempat bekerja.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here