Lansia Beresiko Patah Tulang Jika Pelihara Anjing

0
102
Foto : I Love Veterinary

Jakarta, namalonews.com – Secara psikologis memelihara hewan anjing memiliki banyak manfaat kesehatan bagi pemiliknya. Memiliki hewan peliharaan bisa mengubah hidup dalam beberapa hal.

Hewan peliharaan seperti anjing bisa menemani si pemiliknya sepanjang hari. Manfaat bagi lansia, dia tidak akan pernah merasa sendirian lagi.

Namun sebuah laporan yang dikutip Time, studi terbaru mempublikasikan temuan bahwa ada juga kerugian jika memelihara anjing, terutama bagi lansia.

Studi penelitian yang diterbitkan JAMA menyebutkan di antara orang dewasa yang lebih tua (lansia), resiko patah tulang, terkait dengan berjalan-jalan dengan anjing, meningkat dan semakin sering terjadi.

Peneliti memeriksa data dari National Electronic Injury Surveillance System, mencatat cedera pasien lansia yang mengunjungi dari 100 ruang gawat darurat rumah sakit di Amerika Serikat.

Foto : sunnyskyz.com

Menurut catatan, tahun 2014 hampir 1.700 orang dewasa berusia 65 dan lebih tua pergi ke ruang gawat darurat untuk patah tulang terkait dengan anjing yang berjalan dengan tali. Kemudian 2017, jumlah tersebut semakin meningkat menjadi hampir 4.500.

Patah tulang yang dialami lansia dapat terjadi sebagai akibat anjing jatuh atau anjing menerjang ketika hewan itu dirantai. Para penelitian menuliskan beberapa gagasan tentang mengapa jumlahnya meningkat sejak 2004.

Profesor bedah ortopedi di Universitas dari Pennsylvania School of Medicine, Dr. Jaimo Ahn mengatakan, tidak mengherankan, kepemilikan hewan peliharaan meningkat dari waktu ke waktu, termasuk di antara para lansia, yang hidup lebih lama dan berupaya hidup lebih sehat – semua hal baik.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa risiko kepemilikan hewan peliharaan tidak boleh diabaikan, terutama untuk orang para lansia. Hampir 30% mereka terluka dan 20%-nya menderita patah tulang pinggul.

“Memang ada banyak manfaat dari kepemilikan hewan peliharaan, tetapi seperti halnya yang lainnya, ada hal negatif yang berpotensi dipertimbangkan, karena berbahaya jika sebabkan kematian. Tentu terutama bagi para lansia,” tegas Ahn.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here